
Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Sangatta – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman telah meminta kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk merevisi lowongan kerja (loker) dari PT Kobexindo Cement (KC) lantaran mencantumkan bahasa Mandarin sebagai persyaratan.
Belakangan ini media sedang dihebohkan isu beredarnya loker dari PT KC terkait beberapa posisi. Dimana dalam loker tersebut tercantum bahasa Mandarin sebagai persyaratannya.
“Jika mereka minta syarat masyarakat untuk bahasa Mandarin tidak ada hubungannya karena bukan tenaga kerja yang kita kirim ke China,” jelas Ardiansyah saat diwawancarai oleh awak media usai acara pembubaran panitia tim peduli banjir Mawakal di Rumah Pemancingan Grecek, Jalan Soekarno Hatta, Sangatta, Senin (7/6/2021)
Loker tersebut tercatat dibuat pada Kamis (27/5/2021) dan ditujukan kepada Disnakertrans Kutim untuk diinfokan kepada masyarakat.
Adapun posisi pekerjaan yang dibutuhkan diantaranya operator Compact (SIO, 2 posisi), operator Loader (SIO, 4 posisi), Sopir Fuel-Truck (SIM A, B), operator Mixer (3 posisi/menguasai bahasa Mandarin), operator forklift (4 posisi), operator mesin Agregat (3 posisi/ menguasai bahasa Mandarin), dan pengawas batching plant (3 posisi).
Diantara beberapa posisi tersebut terdapat 2 jenis pekerjaan yang mencantumkan persyaratan menguasai bahasa Mandarin. Dimana kedua posisi pekerjaan tersebut sebagai operator sehingga dinilai menguasai bahasa Mandarin tidak perlu dicantumkan dalam persyaratan pekerjaan.
“Kami minta kepada Disnakertrans untuk merevisi loker tersebut,” pungkas Ardiansyah.

