Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Bontang – Wakil Wali Kota Bontang, Najirah menginginkan dalam satu minggu ada satu hari pemakaian batik bagi masyarakat, baik dari kalangan aparatur sipil negara (ASN), pegawai biasa, pedagang, maupun ibu rumah tangga.
“Hal itu dalam rangka membangun ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Bontang. Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang akan menghidupkan dan memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),” kata Najirah, Jumat (13/8/2021).
Ia mengatakan salah satu upaya yang akan dilakukan adalah memberikan stimulus kepada rukun tetangga (RT) untuk melakukan pelatihan-pelatihan.
Nanti kata dia, melalui stimulus RT sebesar Rp50 juta hingga Rp250 juta, bisa memberikan wadah masyarakat untuk melakukan pelatihan seperti menjahit, membatik dan sebagainya.
Menurutnya dengan hidupnya UMKM, maka produksi batik di Kota Bontang akan memenuhi kebutuhan pasar. Oleh karena itu untuk tahap awal akan mengimbau kepada pegawai negeri menggunakan batik satu hari dalam satu minggu.
“Saya minta nanti ada satu hari dimana ASN memakai batik dan selanjutnya, kepada masyarakat luas seperti pedagang, bahkan ibu rumah tangga,” tegasnya.
Najirah mengemukakan jika pemakaian batik khas Bontang sudah memasyarakat tentunya permintaan akan kain batik meningkat. Selain itu juga kain batik dapat dijadikan suvenir untuk para tamu sebagai oleh-oleh atau cinderamata.
“Guna mendorong para pelaku UMKM, Pemkot Bontang terus menjembatani UMKM terkait masalah permodalan, misalnya ada subsidi silang dari perusahaan,” ucapnya.
Najirah menambahkan dengan memasyarakatkan pemakaian batik kepada pegawai negeri, penjaga toko, pedagang dan ibu rumah tangga dan sebagainya diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Kota Bontang.
