Insitekaltim, Samarinda – Pembagian takjil gratis selama bulan suci Ramadan mendapat apresiasi dari masyarakat Kota Samarinda. Kegiatan ini dinilai membantu warga, khususnya mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba maupun masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas.
Salah satu warga Kecamatan Sambutan, Ihsan mengaku senang dan merasa terbantu dengan adanya pembagian takjil tersebut. Menurutnya, kegiatan berbagi di bulan Ramadan tidak hanya membawa kebahagiaan, tetapi juga menjadi ladang pahala bagi semua pihak yang terlibat.
“Ya, senanglah, bahagia. Apalagi dalam bulan Ramadan ini kan kita mencari pahala. Kalau menurut saya sih lebih sering-sering,” ujarnya saat ditemui di Halaman Kantor Gubernur Kaltim pada Kamis, 26 Februari 2026.
Ihsan berharap dengan adanya pembagian takjil ini tidak hanya dilakukan sesekali, melainkan bisa digelar secara rutin, bahkan setiap hari selama Ramadan.
“Kalau bisa tiap hari, itu lebih bagus,” katanya sambil tersenyum senang.
Ia menuturkan, dirinya kebetulan melintas di lokasi kegiatan sepulang bekerja. Ihsan menilai pembagian takjil sangat membantu masyarakat yang belum sempat berbuka puasa di rumah.
“Harapannya ya semoga pembagian-pembagian seperti ini terus ada, karena masyarakat banyak yang senang dan merasa terbantu,” tuturnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Seorang Driver Ojol (Ojek Online) Ati, warga yang sehari-hari menggantungkan hidup dari penghasilan kerja harian yang tidak menentu. Ia mengatakan, bantuan takjil yang diterimanya sangat berarti di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
“Kalau dapat pembagian seperti ini kita senang. Kita orang-orang yang susah ini enggak punya gaji tetap, cuma andalan dari kerja harian. Kadang cuma dapat dua puluh ribu sehari,” ujar Ati.
Ati menambahkan, tingginya harga kebutuhan pokok semakin memberatkan masyarakat kecil, terlebih bagi mereka yang masih harus membayar biaya tempat tinggal.
“Sembako sekarang makin mahal, belum lagi bayar rumah. Kalau ada bantuan seperti ini, alhamdulillah sangat membantu,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini dirinya belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah. Oleh karena itu, pembagian takjil dan sembako tersebut menjadi pengalaman yang berkesan baginya.
“Kalau dari pemerintah, saya enggak pernah dapat bantuan sama sekali. Jadi waktu lihat ada pembagian, saya senang sekali,” ungkapnya.
Ati mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut sebelumnya dan hanya mengikuti keramaian saat melintas di lokasi.
“Cuma lewat, terus saya lihat orang ramai mengantri, berharap bisa dapat sembako. Alhamdulillah dapat,” tuturnya.
Baik Ihsan maupun Ati berharap kegiatan berbagi takjil dan sembako seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan pembagian takjil ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan antusiasme warga. Selain menjadi sarana berbagi di bulan Ramadan, kegiatan tersebut juga memperkuat nilai kepedulian sosial dan solidaritas di tengah masyarakat Samarinda.
