Insitekaltim, Samarinda — Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Timur (Kaltim) Sri Wahyuni mengingatkan para relawan untuk senantiasa menjaga koordinasi, disiplin, serta tidak bertindak sendiri selama menjalankan misi kemanusiaan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Sri Wahyuni menegaskan, kondisi di lokasi bencana berada dalam situasi tidak normal. Karena itu, seluruh personel diminta mematuhi sistem komando dan mekanisme koordinasi yang telah ditetapkan.
“Di tengah bencana, situasinya tentu tidak normal. Oleh karena itu, saya berpesan kepada pimpinan rombongan dan seluruh anggota untuk selalu berkoordinasi dengan pihak setempat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa hanya terdapat satu posko yang berfungsi sebagai posko komando di lokasi bencana. Seluruh relawan diminta melaporkan kedatangan, jumlah personel, serta pembagian tugas masing-masing tim melalui posko tersebut.
“Hanya ada satu posko sebagai posko komando. Silakan berkoordinasi dengan posko ini sebaik-baiknya dan melaporkan jumlah tim yang datang, baik tim Tagana, tim kesehatan, maupun tim rescue,” kata Sri Wahyuni saat memberikan sambutan di Halaman Kantor Gubernur Kaltim Rabu, 17 Desember 2025.
Menurutnya, meskipun tim pendahulu telah lebih dulu tiba di lokasi dan menyampaikan rencana kedatangan relawan, laporan lanjutan tetap diperlukan agar penugasan di lapangan dapat berjalan tertib dan terarah.
“Saya ingin tetap ada laporan mengenai tim yang datang ke sana, jumlah personel, dan penugasannya,” jelasnya.
Sri Wahyuni juga menekankan tanggung jawab ketua rombongan terhadap seluruh anggota relawan selama berada di daerah penugasan.
“Saya mohon ketua rombongan bertanggung jawab terhadap keberadaan seluruh anggotanya,” tegasnya.
Selain itu, ia meminta relawan memaksimalkan koordinasi komunikasi melalui satu grup resmi yang telah disepakati, dengan tetap menyesuaikan kondisi jaringan di lapangan.
“Koordinasi silakan dilakukan melalui satu grup agar memudahkan pemantauan, jika jaringan memungkinkan. Kami tidak memaksakan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Wahyuni turut berpesan agar seluruh relawan menjaga kesehatan, semangat, serta tidak mengambil tindakan secara mandiri tanpa koordinasi.
“Kami titip pesan untuk menjaga kesehatan, menjaga semangat, tidak bertindak sendiri, dan senantiasa berkoordinasi karena situasi di lapangan sangat berbeda,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengajak para relawan untuk meluruskan niat dan menjadikan misi kemanusiaan ini sebagai bentuk pengabdian dan ibadah.
“Kuatkan niat bahwa misi yang akan kita jalani ini adalah misi kemanusiaan. Niatkan dari awal sebagai sebuah ibadah, insyaallah kita akan dimudahkan selama berada di Aceh,” pungkasnya.

