Insitekaltim, Samarinda – Rencana besar Pemerintah Kota Samarinda mengintegrasikan kawasan Masjid Raya Darussalam, Pasar Pagi, hingga Citra Niaga mulai memasuki tahap teknis.
Pada fase awal, pemerintah menempatkan pembenahan drainase dan trotoar sebagai prioritas utama sebelum pembangunan koridor penghubung dilakukan secara menyeluruh. Hal itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Samarinda Ananta Fathurrozi.
Ia menjelaskan pengembangan kawasan religi ekonomi tersebut akan dikerjakan secara bertahap dan terukur, menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan kemampuan anggaran daerah.
“Yang paling utama tentu drainase dulu. Itu penting supaya kawasan ini tidak lagi terdampak banjir. Kami ingin memastikan fungsi dasar lingkungannya berjalan dengan baik,” katanya, Jumat 13 Februari 2026.
Selain pembenahan drainase, Pemerintah Kota Samarinda juga akan menata ulang trotoar guna mendukung konsep kawasan ramah pejalan kaki yang saling terkoneksi.
Penataan ini menjadi bagian penting dari visi integrasi antara Masjid Raya Darussalam sebagai pusat religi dengan Pasar Pagi Samarinda dan Citra Niaga Samarinda sebagai pusat aktivitas ekonomi.
“Rencananya kita akan benahi area Citra Niaga yang selama ini masih terlihat belum tersentuh. Selain drainase, trotoar juga akan kita kerjakan. Tapi tetap kita pilah mana yang lebih prioritas untuk dikerjakan lebih awal,” jelasnya.
Terkait besaran anggaran yang sebelumnya disinggung Wali Kota Samarinda Andi Harun, Ananta mengungkapkan bahwa detail nominal masih dalam tahap perhitungan dan pendalaman teknis oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Saya sempat mengikuti rapat presentasinya tetapi untuk angka pastinya memang masih digodok. Pak Wali sudah meminta Dinas PU untuk menghitung secara detail termasuk desain dan kebutuhan teknis lainnya,” terangnya.
Meski angka final belum diputuskan, Ananta memastikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah menyatakan kesiapan untuk mendukung pendanaan proyek integrasi kawasan tersebut.
Dukungan ini dinilai krusial agar target keterhubungan kawasan pusat kota dapat tercapai sesuai rencana.
“Dari sisi TAPD kita harus siap. Ini sudah menjadi bagian dari komitmen pembangunan kawasan yang direncanakan secara bertahap,” tegasnya.
Dengan prioritas awal pada perbaikan drainase dan trotoar, Pemerintah Kota Samarinda berharap fondasi kawasan terpadu ini dapat terbangun dengan kuat.
“Langkah ini akan menjadi dasar bagi pembangunan koridor penghubung antarkawasan yang ditargetkan rampung dan saling terkoneksi penuh pada 2029,” pungkasnya.

