“Walaupun ada beberapa kekurangan yang merupakan bagian karena ini berbasis online. Ada hal-hal yang masih terhambat, terutama daerah-daerah kita yang belum terakomodir internet. Tapi ini harus terus diperbaiki untuk pemerataan pelaksanaan secara operasional,” ucapnya saat diwawancarai usai Rapat Paripurna ke-10 DPRD Kutim, Rabu (8/11/2023).
Penulis: Nur Ajijah
“Terkait penghapusan honorer atau TK2D, saya berharap semuanya masuk PPPK,” ucapnya.
“PDAM masih banyak yang dibutuhkan untuk dibangun di masyarakat, makanya kita butuh untuk memberikan penyertaan modal kepada mereka karena beberapa desa dan kecamatan masih belum teraliri air dengan baik,” kata Ardiansyah di Kantor Bupati Kutim, Rabu (8/11/2023).
“Yang jelas angka APBD Kutim kita proyeksikan sekitar Rp9,1 triliun. Mudah-mudahan ini mampu menjawab tantangan pembangunan kita yang masih banyak belum kita selesaikan,” ujarnya saat diwawancarai usai menghadiri Rapat Paripurna ke-10 DPRD Kutim, Rabu (8/11/2023).
“Estimasi pendapatan daerah yang awalnya sekitar Rp8,5 triliun mengalami penambahan menjadi Rp9,1 triliun,” kata Ardiansyah saat menyampaikan nota penjelasan rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD Kutim Tahun 2024 kepada DPRD Kutim dalam Rapat Paripurna ke-10, Rabu (8/11/2023).
“Saya percaya bahwa sektor pariwisata memiliki potensi besar di Kutim, terutama dengan kehadiran IKN yang akan menarik perhatian nasional,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/11/2023).
“Tenaga honorer tidak bisa dihilangkan begitu saja,” tegasnya saat ditemui langsung di ruang kerjanya, Rabu (8/11/2023).
“Seiring dengan upaya pemerintah daerah untuk mengalirkan listrik ke setiap desa, salah satu desa di Kutim masih harus bertahan tanpa akses listrik PLN selama berpuluh-puluh tahun,” ucap Joni Ketua DPRD Kutim saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/11/2023).
“Museum ini akan diberi nama Museum Karst sebagai penghargaan terhadap kawasan karst yang memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal yang kaya,” ucapnya saat ditemui langsung di ruang kerjanya, Selasa (7/11/2023).
“Dengan adanya SKA, saya yakin Kutim akan merasakan banyak keuntungan. Produk-produk mereka akan memiliki daya saing yang lebih baik, terutama produk yang akan diekspor, sehingga dapat berdampak positif pada biaya operasional,” ucapnya pada Sosialisai Penerbit Instansi Surat Keterangan Asal (SKA) yang diselenggarakan Disperindag Kutim di Hotel Royal Victoria, Minggu (5/11/2023).