
Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Sangatta – Panitia pelaksanaan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo tahun 2021 (AOE 2021) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan melibatkan investor perusahaan terkait penganggaran.
Panitia pelaksanaan AOE 2021 di Kutim telah dibentuk berdasarkan rapat pada Rabu (9/6/2021). Dalam kepanitiaan tersebut, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menjadi pimpinan.
“Panitia AOE 2021 di Kutim ini telah terbentuk dengan melibatkan segala instansi atau organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai dengan kebutuhan dalam pameran AOE 2021 seluruh Indonesia,” ungkap Plt. Kepala DPMPTSP Kutim, Syahrir saat diwawancarai oleh Insitekaltim.com usai acara rapat pembentukan panitia pameran AOE 2021 di Ruang Kapur, Kantor Bupati, Kawasan Bukit Pelangi, Sangatta, Rabu (9/6/2021)
Panitia pelaksanaan AOE 2021 dari Kutim tersebut akan diberikan surat keputusan (SK) Kepengurusan dengan ditandatangani oleh Bupati. Syahrir menjelaskan tujuannya agar panitia tersebut dapat bergerak lebih leluasa.
“Kepanitiaan ini akan diberikan SK kepengurusan agar lebih leluasa dalam bergerak untuk menyukseskan AOE 2021 ini dengan waktu persiapan yang kurang dari satu bulan,” ucapnya.
AOE 2021 dilaksanakan pada Rabu (7/7/2021) hingga Jumat (9/7/2021) di Jakarta Convention Center (JCC).
Selain itu, ia akan melibatkan investor perusahaan di wilayah Kutim untuk mendukung anggaran yang diperlukan dalam menyukseskan AOE 2021 ini.
“Untuk sementara ini kita sesuai dengan arahan akan melibatkan para investor di Kutim baik pengusaha perkebunan maupun tambang serta lainnya,” jelas Syahrir.
Pihaknya juga akan menawarkan kepada investor tersebut untuk memamerkan hasil kegiatan atau produk perusahaannya.
Ia menambahkan hingga saat ini belum ada anggaran dari pemerintah. Hal itu dikarenakan pemberitahuan kegiatan AOE 2021 dari pusat secara mendadak.
“Pemberitahuan dari pusat terkait agenda AOE 2021 itu pada bulan Februari sedangkan anggaran untuk tahun 2021 disepakati pada Desember tahun 2019,” pungkas Syahrir.
Sehingga alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kutim untuk kegiatan AOE 2021 tidak ada. Untuk itu, pihaknya akan menggandeng perusahaan yang berada di wilayah Kutim.

