Insitekaltim, Samarinda – Pembangunan Rumah Sakit (RS) KORPRI di kawasan Sempaja, Samarinda, diminta tetap memperhatikan fungsi resapan air dan risiko banjir.
Wali Kota Samarinda Andi Harun, menegaskan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Hal itu disampaikan Andi Harun saat mendengarkan pemaparan perencanaan pembangunan RS KORPRI dari jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) bersama konsultan perencana di Ruang Rapat Wali Kota Samarinda.
Ia mengapresiasi komunikasi dan koordinasi yang dibangun jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim. Menurutnya, sinergi antara Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim diperlukan agar pembangunan rumah sakit berjalan lancar tanpa mengabaikan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
Namun, Andi Harun mengingatkan kawasan pembangunan tersebut merupakan daerah resapan air yang perlu mendapat perhatian dalam mitigasi banjir. Hal itu mengacu pada peta kawasan yang menunjukkan pentingnya fungsi resapan air di lokasi tersebut.
“Sejak awal saya sudah mengingatkan agar perencanaan pembangunan mempertimbangkan penggunaan sistem fondasi pancang, sehingga fungsi resapan air tidak hilang,” Ungkapnya. Jumat, 23 Oktober 2026.
Andi Harun menjelaskan, kondisi lahan yang telah terlanjur ditimbun membuat perencanaan perlu disesuaikan. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi dampak pembangunan terhadap lingkungan dan kawasan di sekitarnya.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah penyediaan tampungan air yang sebelumnya tersedia di kawasan tersebut. Menurut Andi Harun, kebutuhan teknis itu harus dikaji secara cermat agar solusi yang diterapkan mampu mengurangi risiko banjir.
“Pembangunan harus tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan potensi risiko banjir. Karena itu, langkah mitigasi harus jelas dan terukur,” Jelas Andi Harun.
Ia juga menegaskan, Pemkot Samarinda siap mendukung pembangunan RS KORPRI yang dilaksanakan Pemprov Kaltim. Meski demikian, dukungan tersebut harus diiringi perencanaan mitigasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Andi Harun berharap koordinasi kedua pemerintah dapat menghasilkan solusi teknis yang tepat, sehingga pembangunan rumah sakit dapat berjalan tanpa mengabaikan perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

