Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sekda Samarinda Ikuti Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026, Perkuat Harmonisasi Regulasi Daerah

    Oktober 15, 2026

    Rinda Wahyuni Apresiasi Inovasi DP2KB Samarinda, Program Kesehatan Tetap Berjalan Tanpa Anggaran

    Oktober 15, 2026

    Sekda Samarinda Tekankan Integritas di Bangku Sekolah

    Oktober 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Kasus ISPA Samarinda Tembus 36 Ribu
    Kesehatan

    Kasus ISPA Samarinda Tembus 36 Ribu

    SintaBy SintaOktober 15, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinkes Samarinda, Ismid Kusasih. (Dok/Pemkot Samarinda)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda  – Jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Samarinda mencapai puncaknya pada September 2026, dengan 12.819 kasus. Pada periode tersebut, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga marak terjadi di sejumlah wilayah.

    Angka itu bertambah 4.209 kasus dibandingkan Juli yang mencatat 8.610 kasus. Kenaikan juga terjadi pada Agustus dengan 10.681 kasus, sebelum jumlahnya melonjak pada bulan berikutnya.

    Memasuki Oktober, laporan kasus ISPA masih terus bertambah. Data aplikasi e-Dinkes yang menghimpun laporan seluruh puskesmas menunjukkan, terdapat 4.664 kasus selama periode 1–11 Oktober 2026.

    Total kasus yang tercatat sejak Juli hingga 11 Oktober mencapai 36.774 kasus. Meski belum bisa memastikan keterkaitan langsung dengan kabut asap, tren tersebut menjadi perhatian karena berlangsung bersamaan dengan musim kemarau dan kebakaran lahan.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda, Ismid Kusasih, mengatakan angka ISPA perlu dipahami berdasarkan kriteria diagnosis. Tidak semua pasien yang masuk dalam pencatatan ISPA mengalami gangguan pernapasan akibat polusi atau asap kebakaran.

    “Penyebabnya tidak bisa langsung dipastikan kabut asap, karena beberapa kriteria yang membuat suatu kasus masuk dalam kategori ISPA,” Ungkapnya, Kamis, 15 Oktober 2026.

    Menurut Ismid, kenaikan jumlah kasus tetap perlu direspons melalui langkah pencegahan, terutama ketika masyarakat menghadapi kondisi udara yang berasap. Mengurangi paparan polusi dinilai penting agar risiko gangguan pernapasan tidak semakin besar.

    Salah satu langkah yang dapat diterapkan adalah menyesuaikan kegiatan sehari-hari dengan kualitas udara. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) maupun pembatasan aktivitas luar ruangan dapat menjadi pilihan ketika kondisi lingkungan tidak mendukung kegiatan di luar rumah.

    “Kita melihat kenaikan kasusnya ketika karhutla terjadi. Karena itu, pencegahan jauh lebih baik dilakukan sebelum dampaknya semakin besar,” Ucap Ismid.

    Di sisi lain, Dinkes Samarinda menilai pelayanan kesehatan masih mampu menangani sebagian besar pasien ISPA. Puskesmas tetap menjadi fasilitas kesehatan tingkat pertama yang menangani banyak keluhan tersebut.

    Ismid menjelaskan, indikator kondisi terkendali yang dimaksud merujuk pada kemampuan fasilitas kesehatan menangani mayoritas kasus. Berdasarkan data rumah sakit, belum terlihat peningkatan signifikan pada penyakit berat yang berkaitan dengan ISPA.

    “Dari data rumah sakit, belum terlihat kenaikan signifikan untuk penyakit-penyakit berat yang berkaitan dengan ISPA,” Jelasnya.

    Meski begitu, masyarakat diminta tidak menunggu hingga keluhan memburuk untuk mencari pertolongan medis. Gangguan pernapasan yang semakin berat atau tidak kunjung membaik perlu diperiksakan agar mendapatkan penanganan sesuai kondisi pasien.

    Warga juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap semakin pekat dan meminimalkan paparan polusi. Langkah pencegahan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi udara di lingkungan masing-masing.

    “Kegiatan di luar ruangan perlu disesuaikan dengan kondisi udara, terutama ketika asap karhutla sedang meningkat,” demikian Ismid. (ADV)

     

    Dinkes Samarinda Ismid Kusasih ISPA Pemkot Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sinta

    Related Posts

    Sekda Samarinda Ikuti Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026, Perkuat Harmonisasi Regulasi Daerah

    Oktober 15, 2026

    Rinda Wahyuni Apresiasi Inovasi DP2KB Samarinda, Program Kesehatan Tetap Berjalan Tanpa Anggaran

    Oktober 15, 2026

    Sekda Samarinda Tekankan Integritas di Bangku Sekolah

    Oktober 15, 2026

    Momok Antrean BBM, Andi Harun Minta Distribusi Diawasi

    Oktober 15, 2026

    Jahidin Meninggal Dunia, Kaltim Kehilangan Legislator Senior

    Oktober 15, 2026

    Pemkot Samarinda Jajaki Kolaborasi dengan Kompas Media Group untuk Perluas Publikasi Pembangunan

    Oktober 14, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sekda Samarinda Ikuti Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026, Perkuat Harmonisasi Regulasi Daerah

    SintaOktober 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda  – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mencermati arah kebijakan nasional dalam memperkuat tata…

    Rinda Wahyuni Apresiasi Inovasi DP2KB Samarinda, Program Kesehatan Tetap Berjalan Tanpa Anggaran

    Oktober 15, 2026

    Sekda Samarinda Tekankan Integritas di Bangku Sekolah

    Oktober 15, 2026

    Momok Antrean BBM, Andi Harun Minta Distribusi Diawasi

    Oktober 15, 2026

    Kasus ISPA Samarinda Tembus 36 Ribu

    Oktober 15, 2026
    1 2 3 … 3,387 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.