Insitekaltim, Samarinda – Perpustakaan dinilai memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan belajar mahasiswa di luar lingkungan kampus. Selain menyediakan bahan bacaan, keberadaan perpustakaan dengan fasilitas yang memadai dapat menjadi alternatif ruang belajar yang nyaman bagi mahasiswa hingga masyarakat umum.
Hal tersebut disampaikan May Nur Soleha, mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Mulawarman, saat mengunjungi Perpustakaan Kota Samarinda, Senin, 5 Oktober 2026.
Menurutnya, keberadaan perpustakaan tetap dibutuhkan sebagai ruang belajar, terutama bagi mahasiswa yang membutuhkan tempat untuk membaca, mengerjakan tugas, maupun berdiskusi.
May menilai sejumlah perpustakaan di Samarinda memiliki keunggulan masing-masing. Salah satunya, ia cukup menyukai Perpustakaan Daerah Provinsi Kalimantan Timur karena meski terlihat jadul, perpus ini memiliki fasilitas yang cukup baik untuk menunjang kegiatan belajar.
“Menurutku dari wifi, kursi dan meja itu lengkap. Sekarang juga ada ruang diskusi tertutup di lantai tiga,” ujarnya.
Menurut May, salah satu kekurangan yang masih dirasakan di ruang tersebut adalah keterbatasan colokan listrik. Namun, fasilitas lain seperti jaringan internet dan meja kursi dinilai sudah cukup mendukung aktivitas mahasiswa.
Ia juga menilai layanan administrasi di perpustakaan tersebut cukup mudah. Pembuatan kartu anggota dapat dilakukan dengan cepat dan tanpa biaya. Selain itu, masa peminjaman buku yang mencapai tiga minggu menjadi salah satu kelebihan bagi mahasiswa yang membutuhkan waktu lebih panjang untuk menggunakan bahan bacaan.
Sementara itu, May melihat Perpustakaan Kota Samarinda memiliki konsep yang lebih modern dan segar dari sisi fasilitas maupun suasana. Jaringan internet dan pendingin ruangan dinilai memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Namun, tingginya jumlah pengunjung pada waktu tertentu membuat ketersediaan tempat duduk menjadi persoalan. Sistem penyimpanan barang juga berbeda, karena pengunjung menyimpan barang secara mandiri, sementara di perpustakaan daerah terdapat penjagaan serta penomoran loker.
Dari sisi layanan, Perpustakaan Kota Samarinda memiliki keunggulan karena beroperasi hingga Sabtu. Namun, masa peminjaman buku yang hanya satu minggu dinilai kurang fleksibel bagi mahasiswa. Keterlambatan pengembalian juga dapat membuat pengguna tidak dapat meminjam buku untuk sementara waktu.
May berharap pengelola perpustakaan di Samarinda dapat terus mengembangkan fasilitas maupun layanan agar perpustakaan semakin menarik bagi kalangan remaja hingga dewasa.
“Kalau aku sebagai mahasiswa, maunya ada perpustakaan yang buka sampai malam. Kalau mengandalkan perpustakaan kampus saja, selain jauh, kadang juga tidak mendapatkan tempat untuk belajar,” katanya.
Menurutnya, pengembangan jam operasional dan fasilitas belajar dapat memperkuat fungsi perpustakaan sebagai salah satu pendukung pendidikan di Samarinda, sekaligus memberikan lebih banyak pilihan ruang belajar yang dapat diakses mahasiswa dan masyarakat.

