Insitekaltim, Samarinda – Borneo International Fashion Festival (BIFF) 2026 menjadi salah satu ruang bagi generasi muda Kaltim untuk menunjukkan kreativitas sekaligus membuka peluang regenerasi desainer di bidang fesyen, wastra dan kriya.
Ketua Harian Dekranasda Provinsi Kaltim Heny Purwaningsih mengatakan, keterlibatan pelajar SMK sederajat dalam BIFF 2026 merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem wastra dan kriya unggulan Kaltim secara berkelanjutan.
Menurutnya, regenerasi menjadi salah satu fokus penting dalam pengembangan sektor tersebut. Generasi muda tidak hanya diharapkan mampu meneruskan keberadaan karya budaya daerah, tetapi juga dapat tumbuh sebagai penggerak baru perekonomian daerah.
“Event BIFF ini sebetulnya ke depan ingin membangun sebuah ekosistem dalam rangka mengembangkan wastra dan kriya unggulan Kaltim. Kita fokus pada regenerasi, bagaimana menciptakan penggerak ekonomi daerah,” ujar Heny saat menghadiri BIFF hari kedua di Odah Etam, Minggu, 4 Oktober 2026.
Ia menilai potensi generasi muda dan pelaku usaha di bidang wastra Kaltim cukup besar untuk dikembangkan. Karena itu, karya yang dihasilkan diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga memiliki daya saing hingga tingkat nasional dan internasional.
“Kita ingin pelaku usaha UKM di bidang wastra semakin bisa mendunia. Bukan hanya eksis di lokal, tetapi mampu mendunia. Secara tidak langsung, ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Potensi tersebut, lanjut Heny, terlihat dari karya para pelajar SMK sederajat yang mendapat kesempatan tampil dalam BIFF 2026. Ia mengapresiasi kreativitas serta kemampuan desain yang ditunjukkan para siswa dan menilai mereka memiliki peluang untuk menjadi desainer muda unggulan Kaltim.
“Anak SMK sederajat yang tampil pada event BIFF 2026 ini bisa jadi desainer baru Kaltim yang unggul, sehingga pelestarian budaya Kaltim ada penerusnya,” ungkapnya.
Menurut Heny, keberadaan sekolah vokasi juga memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia kreatif, terutama di bidang fesyen, wastra dan kriya. Pendidikan tersebut dapat menjadi titik awal bagi lahirnya talenta yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu mengembangkan identitas budaya daerah dalam karya mereka.
“Kita sudah lihat bersama, desain mereka tidak kalah dengan yang sudah senior. Ini merupakan peluang bagi mereka,” tuturnya.
Untuk menjaga keberlanjutan regenerasi tersebut, Dekranasda Kaltim berkomitmen menyediakan ruang bagi generasi muda untuk memperkenalkan karya sekaligus mengembangkan kemampuan mereka. BIFF menjadi salah satu wadah yang mempertemukan kreativitas pelajar dengan pelaku industri fesyen dan ekosistem ekonomi kreatif.
“Kita memberikan panggung bagi produk kreasi anak SMK. BIFF ini merupakan agenda tahunan Dekranasda Kaltim,” jelas Heny.
Ia berharap keterlibatan pelajar terus meningkat pada pelaksanaan BIFF berikutnya, sehingga semakin banyak lulusan SMK yang dapat berkembang menjadi desainer dengan karya beridentitas Kaltim dan memiliki daya saing lebih luas.
“Kita berharap di tahun depan semakin banyak desainer lulusan SMK yang tampil di BIFF 2027,” pungkasnya.

