Insitekaltim, Samarinda – Pernyataan tegas datang dari dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman (Unmul) Hairul Anwar, dalam forum Kalimantan Timur Strategic Issue Monitoring (K-SIM), Selasa, 31 Maret 2026, di Gedung Rektorat Lantai 4 Unmul.
Dalam sesi diskusi, Hairul menyoroti pentingnya peran aktif mahasiswa dalam mencari informasi, khususnya terkait mekanisme pendaftaran program pendidikan gratis yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).
Menanggapi pertanyaan peserta terkait kendala akses informasi, ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak seharusnya menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk tidak memanfaatkan peluang yang ada.
“Mahasiswa itu jangan malas mencari informasi. Jangan sampai itu jadi alasan untuk tidak mendaftar,” ujarnya.
Ia bahkan menyentil kebiasaan generasi muda yang dinilai sudah memiliki akses teknologi memadai, namun belum maksimal dalam memanfaatkannya.
“Kita ini sudah pakai smartphone, tapi jangan sampai tidak ‘smart’ dalam mencari informasi,” tegasnya, yang langsung memancing respons peserta forum.
Selain itu, Hairul juga mengingatkan program beasiswa dan pendidikan gratis merupakan bagian dari investasi jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Benua Etam.
Namun, ia menggarisbawahi keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kesiapan dan kesadaran individu dalam memanfaatkannya.
Menurutnya, jika peluang tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik, maka risiko yang muncul adalah meningkatnya jumlah lulusan yang tidak terserap di dunia kerja.
“Kalau tidak tepat, kita bisa menciptakan pengangguran berbiaya tinggi,” jelasnya.
Di sisi lain, ia juga menyinggung dampak ekonomi jangka pendek dari program pendidikan gratis, seperti potensi kenaikan biaya hidup di sekitar kampus akibat meningkatnya daya beli mahasiswa.
Meski demikian, Hairul menekankan tantangan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk lebih proaktif dan bertanggung jawab terhadap masa depan mereka sendiri.

