Insitekaltim, Samarinda – Salah satu pedagang di ajang Kampung Ramadan Temindung 2026 Misbah, berharap promosi kegiatan tersebut dapat lebih diperluas agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui keberadaannya. Kegiatan ini digelar di kawasan Eks Bandara Temindung Samarinda, pada Minggu, 22 Februari 2026.
Ibu Misbah mengaku pada saat pembukaan, pengunjung cukup ramai. Namun, di hari-hari awal sebelum pembukaan resmi, kondisi masih relatif sepi karena belum banyak warga yang mengetahui adanya kegiatan tersebut.
“Kalau pas pembukaan lumayan rame, tapi pas awal sepi karena orang belum banyak yang tahu. Mungkin kurang publikasi. Setelah pembukaan baru mulai ramai,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, promosi yang lebih luas akan sangat membantu para pelaku UMKM yang berjualan di Kampung Ramadan Temindung. Ia berharap ke depan pemasaran kegiatan ini bisa lebih masif agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh seluruh pedagang.
“Kalau bisa lebih dipasarkan lagi secara luas supaya para UMKM juga bisa lebih terdampak,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Ibu Misbah menjajakan berbagai menu makanan seperti pentol telur, telur gulung, lumpia, martabak, dan kentang goreng. Untuk minuman, ia menyediakan aneka varian rasa teh yang menjadi pilihan berbuka puasa bagi pengunjung.
Ibu Misbah sendiri merupakan bagian dari komunitas Baznas. Ia menjelaskan bahwa sebagian pedagang atau UMKM lain dikenakan biaya sewa tenda. Berdasarkan informasi yang ia ketahui, biaya sewa tersebut sebesar Rp2,5 juta untuk 23 hari penyelenggaraan.
“Kalau saya sendiri karena ini dari komunitas Baznas, jadi tidak bayar seperti yang lain. Tapi yang saya tahu ada yang bayar sekitar Rp2,5 juta selama 23 hari,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa dirinya tinggal tidak jauh dari lokasi Eks Bandara Temindung. Di luar event Ramadan, biasanya ia berjualan di pasar malam.
Selain menjadi lokasi Kampung Ramadan, kawasan Eks Bandara Temindung juga dikenal sebagai ruang publik yang ramai dikunjungi warga setiap sore. Lahan parkir yang luas membuat pengunjung tidak perlu khawatir kehabisan tempat parkir.
Tak hanya untuk ngabuburit, area ini juga dimanfaatkan anak-anak hingga orang dewasa untuk berolahraga seperti jogging, bermain layang-layang, hingga bersepeda. Aktivitas tersebut rutin dilakukan masyarakat setiap sore, menjadikan Temindung sebagai salah satu pusat aktivitas warga di Samarinda.
