Insitekaltim, Samarinda — Wali Kota Samarinda Andi Harun mendorong percepatan transaksi non tunai dalam kegiatan Samarinda Wisata Belanja Ramadan 2026, sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak memberi ruang bagi praktik juru parkir liar.
Dalam sambutannya di GOR Segiri pada Jumat 20 Februari 2026. Andi Harun mengatakan, pasar Ramadan tahun ini juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi belanja elektronik melalui QRIS.
“Kita menuju era yang tidak lagi menggunakan uang tunai. Para pedagang sudah punya QRIS dan kita laksanakan secara bertahap di Samarinda,” ujarnya.
Ia mengakui perubahan menuju transaksi digital memang membutuhkan waktu karena sebagian masyarakat masih terbiasa menggunakan uang fisik.
Namun di sisi lain, Andi Harun menyoroti masih adanya praktik jukir liar yang meresahkan masyarakat.
Menurutnya, tarif parkir tepi jalan umum telah diatur, yakni Rp2.000 untuk sepeda motor, sehingga masyarakat diminta tidak membayar melebihi ketentuan.
“Kalau parkir tepi jalan umum, hanya dipungut Dishub. Kalau ada yang meminta lebih, jangan mau. Kalau mengancam, viralkan, saya bisa lihat dan tangkap orangnya,” tegasnya.
Ia menilai keberadaan jukir liar sulit diberantas jika masyarakat tetap memberi di luar ketentuan.
“Jukir liar tidak habis-habis karena kita juga yang memberi. Maka jangan dibiasakan memberi melebihi tarif,” katanya.
Meski demikian, Andi Harun membuka peluang pemberdayaan jukir agar masuk dalam sistem resmi pemerintah dengan penghasilan yang layak.
“Kalau mau diberdayakan, nanti kita atur. Pemerintah bekerja, masyarakat juga harus bantu,” pungkasnya.
