Insitekaltim, Samarinda — Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda memastikan kesiapsiagaan penuh selama bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri. Seluruh pos pemadam yang tersebar di berbagai wilayah tetap beroperasi 24 jam tanpa penambahan posko khusus.
Kepala Disdamkar Kota Samarinda Hendra menyampaikan, pihaknya telah memiliki sistem siaga rutin yang berjalan sepanjang tahun.
“Kami selalu siap siaga, biasanya menjelang Ramadan maupun Idulfitri, kami siap kapan saja. Tidak ada posko tambahan. Kami sudah memiliki Posko 1 hingga Posko 11 yang selalu siap siaga 24 jam,” ujar Hendra Jumat, 20 Februari 2026.
Menurutnya, fenomena kebakaran cenderung meningkat saat Ramadan. Hal ini dipicu oleh aktivitas masyarakat yang lebih intens, terutama saat menyiapkan makanan baik itu waktu sahur maupun berbuka puasa.
“Memang di bulan Ramadan biasanya cukup banyak terjadi kebakaran. Kadang masyarakat lalai, misalnya memasak saat subuh lalu ketiduran. Aktivitas ibadah yang padat juga membuat orang kelelahan,” katanya.
Untuk itu, Disdamkar memperkuat kesiapsiagaan personel di seluruh pos yang ada. Apabila terjadi kebakaran, pihaknya siap untuk melayani masyarakat,.
Selain itu, ia meminta masyarakat dapat segera melapor melalui call center resmi, perangkat komunikasi radio (HT), atau langsung mendatangi pos pemadam terdekat dari Posko 1 hingga Posko 11.
“Kalau ada kejadian bisa melalui call center kami, melalui HT, atau langsung melapor ke pos terdekat,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan, terutama saat cuaca panas dan minim hujan. Kondisi tersebut dinilai sangat rawan memicu kebakaran.
“Kalau tidak ada hujan selama kurang lebih seminggu, potensi kebakaran besar sekali. Himbauan kami, jangan melakukan pembakaran-pembakaran, apalagi saat musim panas,” tegasnya.
Sebelum mengakhiri pernyataannya ia mengajak masyarakat untuk lebih sadar dan peduli terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing selama Ramadan.
“Kami mengimbau agar masyarakat sadar dan peduli terhadap situasi yang bisa menimbulkan kebakaran,” pungkasnya.
