Insitekaltim, Samarinda – Mengantisipasi fluktuasi harga bahan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah intervensi langsung untuk menekan harga dan menjaga daya beli masyarakat.

Kepala DPTPH Provinsi Kaltim Fahmi Himawan menegaskan, GPM bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan instruksi pemerintah pusat yang bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.
“Gerakan Pangan Murah ini merupakan upaya menjaga ketahanan pangan, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan. Fokus kami memastikan komoditas kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.
Pelaksanaan GPM kali ini dirancang untuk menyambut rangkaian HBKN, termasuk Hari Raya Imlek dan Ramadan. Fahmi menyebutkan, kenaikan harga pangan kerap terjadi menjelang hari besar akibat meningkatnya permintaan pasar.
“Harapannya, dengan adanya GPM ini, harga-harga tetap stabil. Ini bukan hanya menjelang Ramadan, tapi juga Imlek. Keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan harus tetap terjaga,” jelasnya.
Meski kegiatan GPM saat ini hanya digelar selama satu hari karena pertimbangan efisiensi anggaran, Fahmi memastikan program serupa akan kembali dilaksanakan, khususnya menjelang bulan Ramadan.
“Untuk Ramadan, insyaallah akan ada lagi karena anggarannya tersedia,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, DPTPH tidak bekerja sendiri. Pemerintah Provinsi Kaltim menggandeng Dinas Perikanan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta melibatkan BUMN, BUMD, dan Perum Bulog. Kolaborasi juga melibatkan pemerintah kabupaten/kota, salah satunya perwakilan dari Kota Bontang.
“Kami berharap GPM ini melibatkan seluas-luasnya berbagai pihak. Ketahanan pangan tidak bisa dijaga oleh satu institusi saja, tetapi membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga lembaga di luar pemerintah,” terangnya.
Fahmi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Ia memastikan pasokan pangan di Kaltim dalam kondisi aman, didukung cadangan Bulog yang tersebar di Balikpapan, Berau, dan Paser.
Untuk memastikan kegiatan berjalan tepat sasaran, pemerintah telah menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan guna melakukan pengawasan langsung di lapangan. Satgas bertugas memastikan tidak ada praktik spekulasi harga serta menjamin seluruh komoditas dijual sesuai ketentuan.
“Semua harga yang dijual di Gerakan Pangan Murah ini berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Dengan pengawasan Satgas Pangan, kami berharap harga tetap terkendali dan inflasi dapat ditekan,” tegas Fahmi.
Ia kembali menegaskan, intervensi pemerintah melalui GPM merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kami imbau masyarakat tetap tenang. Stok pangan cukup dan aman karena didukung Bulog. Ini langkah konkret agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan di bawah HET,” pungkasnya.

