Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Konflik Lahan Korpri Loa Bakung Tak Kunjung Tuntas, Pemprov Kaltim Revisi Aturan Sewa Lahan

    Mei 20, 2026

    Kas Daerah Tertekan, Utang Proyek Pemkot Samarinda Capai Rp400 Miliar

    Mei 20, 2026

    DPRD Pertanyakan Efektivitas Digitalisasi Pendidikan Samarinda Tanpa Parameter Jelas

    Mei 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»BBPOM Samarinda Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Amankan Pangan dan Obat Selama Ramadan 2026
    Pemkot Samarinda

    BBPOM Samarinda Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Amankan Pangan dan Obat Selama Ramadan 2026

    AbdiBy AbdiFebruari 12, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Harmonisasi program dengan lintas sektor dan dialog kinerja penguatan koordinasi program pengawasan obat dan makanan (Insitekaltim/Abdi)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Menghadapi lonjakan konsumsi menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda memperkuat pengawasan pangan dan obat melalui kolaborasi lintas sektor, dari hulu distribusi hingga ke meja makan masyarakat.

    Kepala BBPOM Samarinda Agung Kurniawan menegaskan, tantangan pengawasan di era saat ini tidak dapat ditangani oleh satu lembaga saja. Harmonisasi antarinstansi menjadi kunci untuk menutup celah peredaran produk berisiko di tengah tingginya mobilitas barang.

    “Pengawasan tidak bisa berjalan sendiri. Menjelang Ramadan dan Idulfitri, kami meningkatkan intensitas pengawasan pada sarana produksi, distribusi, hingga penjamah makanan melalui kolaborasi lintas sektor agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkap Agung, Kamis, 12 Februari 2026.

    BBPOM Samarinda menerapkan strategi pengawasan berbasis tiga pilar utama, yakni pengawasan produksi, distribusi, serta edukasi terhadap penjamah makanan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan produk yang beredar tidak hanya tersedia secara kuantitas, tetapi juga aman dan bermutu.

    Tidak hanya menyasar pasar tradisional dan modern, BBPOM juga memperluas pengawasan ke jalur masuk logistik. Kerja sama diperkuat dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda dan Bontang guna memitigasi masuknya produk ilegal, khususnya kosmetik berbahaya dan obat-obatan tanpa izin edar yang kerap masuk melalui jalur laut.

    Selama bulan Ramadan, BBPOM Samarinda akan mengerahkan Mobil Laboratorium Keliling secara acak di berbagai titik penjualan takjil. Melalui fasilitas ini, petugas dapat langsung menguji sampel makanan di lokasi untuk mendeteksi kandungan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna tekstil Rhodamin B.

    Selain itu, inspeksi mendadak (sidak) bersama lintas sektor juga akan dilakukan di sarana distribusi besar guna memastikan keamanan dan mutu pangan tetap terjaga.

    Di sisi lain, BBPOM Samarinda turut mengedepankan pendekatan edukatif. Bersama Dinas Kesehatan dan Badan Gizi Nasional (BGN), BBPOM memberikan pelatihan kepada pengolah makanan di lingkungan sekolah serta kelompok masyarakat rentan, agar penerapan standar higienitas sesuai regulasi keamanan pangan nasional dapat berjalan optimal.

    Agung Kurniawan juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan pangan melalui penerapan prinsip CEK KLIK—cek kemasan, baca label, pastikan izin edar BPOM, dan perhatikan tanggal kedaluwarsa.

    “Kami ingin masyarakat menjadi pengawas bagi dirinya sendiri. Dengan membiasakan CEK KLIK sebelum membeli, risiko kesehatan dapat dicegah sejak awal,” tegasnya.

    Melalui integrasi program BBPOM dengan pemerintah daerah dan instansi vertikal lainnya, diharapkan masyarakat Kalimantan Timur dapat menjalani ibadah Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap keamanan pangan dan obat yang dikonsumsi.

     

    Agung Kurniawan BBPOM Samarinda Bulan Ramadan Ramadan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Abdi

    Related Posts

    Bangkit dari Abu, Wajah Baru Pasar Segiri Siap Sambut Pedagang Kembali

    Mei 4, 2026

    Amparan Tatak Jadi Primadona Takjil, Pedagang Sebut Paling Cepat Habis

    Maret 19, 2026

    Usaha Amplang Legendaris Bertahan 30 Tahun, Penjualan Ramadan Cenderung Stabil

    Maret 19, 2026

    Dishub Samarinda Tempel Stiker pada Kendaraan Pelanggar Bongkar Muat di Pinggir Jalan

    Maret 17, 2026

    Parkir Berlangganan di Samarinda Masih Hadapi Tantangan, Dishub Dorong Kesadaran Warga

    Maret 17, 2026

    Dishub Samarinda Siapkan Posko dan Imbau Pemudik Periksa Kendaraan

    Maret 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Konflik Lahan Korpri Loa Bakung Tak Kunjung Tuntas, Pemprov Kaltim Revisi Aturan Sewa Lahan

    SittiMei 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Polemik status kepemilikan lahan di kawasan Perumahan Korpri Loa Bakung Kota Samarinda…

    Kas Daerah Tertekan, Utang Proyek Pemkot Samarinda Capai Rp400 Miliar

    Mei 20, 2026

    DPRD Pertanyakan Efektivitas Digitalisasi Pendidikan Samarinda Tanpa Parameter Jelas

    Mei 20, 2026

    Kejati Kaltim Sita Lagi Rp57 Miliar Kasus Tambang Kukar, Total Uang Diselamatkan Capai Rp271 Miliar

    Mei 20, 2026

    Rekrutmen CASN 2026 Makin Dekat, Kepala BKN Pastikan Pengumuman Segera Dirilis

    Mei 20, 2026
    1 2 3 … 3,099 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.