
Insitekaltim, Samarinda — Permasalahan drainase yang berdampak pada banjir masih menjadi keluhan utama masyarakat saat kegiatan reses anggota DPRD di kawasan Gang Langgar, RT 08, yang turut dihadiri warga dari RT 01 dan RT 02.
Dalam kegiatan tersebut berbagai penyerapan aspirasi banyak dilantunkan warga, mereka menyampaikan kondisi drainase lingkungan yang dinilai belum memadai. Akibatnya, kawasan permukiman yang berada di wilayah cekungan itu kerap terdampak genangan air setiap kali hujan turun.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda dari Fraksi PKS Samri Shaputra yang hadir menyampaikan, keluhan terkait drainase hampir selalu muncul di berbagai lokasi reses yang ia kunjungi.
Menurutnya, persoalan ini berkaitan langsung dengan potensi banjir di lingkungan permukiman warga.
“Keluhan utama masyarakat di sini adalah drainase yang kurang bagus. Daerah ini seperti terkurung, sehingga ketika hujan air cepat naik. Warga mengusulkan agar drainase bisa terhubung langsung ke parit utama supaya aliran air lebih lancar,” ujar Samri saat diwawancara media Senin, 9 Februari 2026.
Selain persoalan drainase, warga juga mengusulkan penyediaan mobil ambulans atau mobil jenazah. Usulan tersebut muncul karena lokasi tempat pemakaman umum dinilai cukup jauh dari permukiman, sehingga selama ini proses pengantaran jenazah masih dilakukan secara manual dengan cara dipikul.
Kondisi tersebut dinilai kurang efektif dan berpotensi mengganggu pengguna jalan lain. Karena itu, masyarakat berharap dengan adanya fasilitas sebuah ambulans yang dapat digunakan masyarakat untuk mengangkut jenazah menuju pemakaman.
“Selama ini masih dipikul ke pemakaman. Selain berat, ini juga bisa mengganggu pengguna jalan karena rombongan berjalan kaki. Maka kebutuhan ambulans ini cukup mendesak,” katanya.
Selain dua persoalan utama tersebut, warga juga menyampaikan keluhan terkait realisasi anggaran yang dinilai tidak sepenuhnya sampai ke masyarakat. Namun, hal tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut untuk mengetahui detail dan mekanisme penyaluran anggaran yang dimaksud.
“Keluhan soal anggaran ini perlu kita pelajari lebih dalam. Mungkin yang dimaksud masyarakat adalah program tertentu seperti Probebaya, tetapi perlu pendalaman agar jelas di mana letak ketidaksesuaiannya,” pungkasnya.
Kegiatan reses tersebut dihadiri perwakilan tiga rukun tetangga (RT), yakni RT 08, RT 02, dan RT 01, dalam kesempatan itu, warga juga mengusulkan agar wilayah tersebut dapat dipertimbangkan menjadi satu kelurahan tersendiri mengingat jumlah penduduk yang cukup besar dan wilayah yang terus berkembang. Aspirasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dan kajian lebih lanjut.

