Insitekaltim, Samarinda – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Sri Wahyuni mengumumkan total donasi yang terkumpul melalui gerakan Kaltim Peduli telah menembus angka Rp6,1 miliar.
Dana kemanusiaan tersebut kini telah disalurkan sepenuhnya kepada tiga provinsi di Pulau Sumatera yang terdampak bencana alam. Penyampaian laporan akhir tersebut dilakukan Sekda sebagai bentuk amanat langsung dari Gubernur Kaltim untuk memberikan transparansi kepada publik mengenai hasil penggalangan dana yang telah berjalan selama beberapa waktu terakhir.
Gerakan ini menjadi simbol bahwa kepedulian masyarakat Bumi Etam tidak terhalang oleh jarak geografis.
“Saya ingin menyampaikan amanah yang dimandatkan Pak Gubernur. Kami baru saja menyerahkan bantuan dana Kaltim Peduli tahap terakhir sebesar Rp1,2 miliar ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut). Dengan ini, total bantuan yang sudah kita salurkan mencapai Rp6,1 miliar,” ungkapnya Senin, 9 Februari 2026.
Adapun total dana Rp6,1 miliar tersebut didistribusikan ke tiga titik utama. Provinsi Aceh menjadi penerima bantuan terbesar dengan total alokasi sekitar Rp3,9 miliar, disusul oleh Sumatera Utara sebesar Rp1,2 miliar, dan Sumatera Barat sebesar Rp1,1 miliar.
Dana tersebut bukan berasal dari kas resmi APBD, melainkan murni hasil kolaborasi kolektif dari berbagai elemen masyarakat di Kaltim.
Sekda menekankan respon cepat ini lahir dari sinergi antara Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup perangkat daerah, para pengusaha, perusahaan swasta, hingga masyarakat umum yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya melalui rekening resmi pemerintah.
“Pihak pemerintah provinsi penerima bantuan menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sangat luar biasa, karena mereka melihat Kaltim tidak hanya membantu melalui jalur formal APBD, tetapi juga melalui swadaya murni masyarakatnya,” tambahnya.
Sebagai komitmen dalam menjaga akuntabilitas, ia memastikan seluruh daftar penyumbang, baik secara berkelompok maupun instansi akan dipublikasikan secara rinci. Tujuan agar setiap pihak yang telah berkontribusi dapat melihat secara langsung bantuan mereka telah sampai ke tangan yang tepat.
Langkah transparansi ini juga dibarengi dengan kebijakan penutupan rekening donasi untuk periode kali ini. Pemerintah Provinsi ingin memastikan seluruh administrasi penyaluran selesai dengan bersih sebelum nantinya dibuka kembali jika ada situasi darurat di masa mendatang.
“Nanti kita publis kelompok-kelompok secara rinci siapa saja yang sudah memberikan bantuan. Nah, setelah penyerahan terakhir ini, maka rekening Kaltim Peduli akan kita tutup. Jadi, tidak ada lagi donasi masuk sampai nanti akan kita buka kembali jika memang ada momentum yang membutuhkan aksi serupa,” tambahnya.
Selain bantuan materil, Sekda juga menyebutkan para pimpinan daerah di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara menitipkan salam dan doa bagi masyarakat Kaltim.
Ia berharap agar Bumi Etam senantiasa dilindungi dan terhindar dari segala bentuk bencana alam sebagai balasan atas kebaikan dan kepedulian yang telah diberikan.
Aksi Kaltim Peduli ini pun menjadi catatan penting bagi kepemimpinan di Bumi Etam bahwa kekuatan gotong royong masyarakat merupakan aset sosial yang sangat berharga, terutama dalam memperkuat ikatan kebangsaan di tengah situasi sulit.

