Insitekaltim, Balikpapan – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan komitmennya dalam membangun ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan melalui serangkaian program strategis sepanjang 2025.
Upaya tersebut dijalankan melalui penguatan koperasi, UMKM, serta perluasan akses pasar sebagai bagian dari agenda pemerataan ekonomi di bawah kepemimpinan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Komitmen tersebut tercermin dari keberhasilan Pemprov Kaltim meraih Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2025 dari Kementerian Perindustrian RI atas konsistensi dalam mendorong industri halal yang inklusif dan berbasis pelaku usaha lokal.
Selain itu, penetapan Kaltim sebagai Daerah Peduli Perlindungan Konsumen (DPPK) Tahun 2025 oleh Kementerian Perdagangan RI turut menegaskan keberpihakan pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat, baik sebagai konsumen maupun pelaku ekonomi.
Penguatan ekonomi desa dan kelurahan diwujudkan melalui pembentukan 1.037 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) yang diluncurkan langsung oleh Gubernur Rudy dan terhubung dengan peluncuran nasional oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Koperasi diposisikan sebagai motor penggerak utama ekonomi rakyat berbasis kebersamaan dan kemandirian.
“Kami meyakini bahwa esensi koperasi berjiwa nasionalisme, berlandaskan semangat Pancasila, dan merupakan alat perjuangan ekonomi kerakyatan,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud saat peluncuran KDMP/KKMP.
Pada sektor UMKM, Pemprov Kaltim merealisasikan pembangunan Galeri UMKM dan Export Centre Balikpapan sebagai sarana promosi sekaligus fasilitasi akses pasar global bagi produk unggulan daerah.
Keberadaan fasilitas ini mendorong lahirnya 90 UKM berorientasi ekspor yang diperkuat melalui kerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), khususnya dalam pembinaan Desa Devisa dan perluasan akses pembiayaan bagi UKM ekspor.
Sementara itu, program unggulan tahun 2025 juga diarahkan pada hilirisasi komoditas rakyat dan penciptaan wirausaha baru. Salah satunya melalui pembangunan Rumah Produksi Bersama berupa Pabrik Pakan Ternak di Desa Loleng, Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan kapasitas produksi satu ton per jam dan pasokan bahan baku dari petani lokal.
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (PPKUKM) Kaltim turut menggulirkan Program Jospol Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) yang menargetkan 1.000 UMKM sebagai upaya memperluas kesempatan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

