Insitekaltim, Samarinda – Suasana berbeda terlihat di depan Gorengan Legend Wisma Citra Jalan Samanhudi Kota Samarinda pada Selasa, 3 Februari 2026 sore.

Sejak pukul 15.00 WITA, antrean pelanggan sudah mengular. Warga tampak sabar menunggu giliran, sebagian bahkan rela berdiri cukup lama demi mendapatkan gorengan favorit mereka.
Lonjakan pembeli diduga karena momen puasa Nisfu Syaban. Banyak warga yang berburu takjil untuk persiapan berbuka, dan gorengan menjadi pilihan praktis sekaligus menggugah selera.
Aroma pisang goreng yang baru terangkat dari wajan bercampur dengan tahu isi, tempe, ubi, hingga singkong goreng yang masih mengepul, membuat suasana semakin ramai.
Tak heran, lapak yang sudah lama dikenal sebagai salah satu gorengan legendaris di kawasan tersebut langsung diserbu pelanggan.
Dengan harga Rp5 ribu untuk empat biji, gorengan di Wisma Citra dinilai ramah di kantong. Pilihannya pun beragam, mulai dari pisang goreng (sanggar) yang manis legit, tahu isi dengan isian sayur yang padat, hingga tempe dan aneka umbi goreng yang renyah di luar dan lembut di dalam.
Di hari biasa, warung ini buka mulai pukul 15.00 Wita dan tutup sekitar pukul 23.00 Wita. Namun pada momen-momen tertentu seperti Nisfu Syaban, antrean sudah terlihat sejak awal buka dan stok sering kali lebih cepat habis.
“Antrean memang luar biasa hari ini. Dari jam 5 sudah antre. Mungkin karena Nisfu Syaban,” kata Witono, pemilik Gorengan Legend.
Bagi warga Samarinda, Gorengan Legend Wisma Citra bukan sekadar tempat membeli camilan. Ia sudah menjadi bagian dari tradisi berburu takjil, terutama saat momen puasa sunah maupun Ramadan.
Gorengan Legend juga menjadi tempat para penggemar kopi jadul untuk menghabiskan waktu istirahat malam sambil menikmati gorengan yang sudah melegenda.
Beberapa pelanggan bahkan harus rela pulang tanpa sepotong gorengan pun karena kehabisan dan tak sanggup untuk mengantre lagi.
“Sudah kehabisan mas, masih goreng lagi. Nunggu, antre lagi,” Kacong, seorang pembeli yang memilih opsi lain untuk cemilan buka puasanya.

