Insitekaltim, Samarinda — Program Gratispol di Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) memasuki fase krusial penyaluran bantuan pendidikan. Hingga awal Februari 2026, Satgas Gratispol Polnes mencatat sebanyak 1.684 mahasiswa baru telah terjaring dari total 2.185 basis data mahasiswa baru yang terdaftar di lingkungan kampus tersebut.
Perwakilan Satgas Gratispol Polnes Muhammad Ramadhani mengatakan, proses penyaluran masih terus berjalan khususnya untuk mendorong data mahasiswa aktif agar segera diproses dan masuk ke dalam sistem.
Hal tersebut disampaikan Ramadhani usai menghadiri Rapat Koordinasi bersama Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Kalimantan Timur (Kaltim) di Kantor Gubernur Kaltim Senin, 2 Februari 2026.
Dalam rapat tersebut, dibahas progres penyaluran sekaligus sejumlah kendala administratif yang dihadapi di lapangan.
Menurut Ramadhani, salah satu persoalan paling krusial dalam pelaksanaan Program Gratispol adalah validasi status kependudukan calon penerima. Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kaltim menetapkan persyaratan ketat terkait durasi domisili yang harus dibuktikan melalui dokumen resmi.
“Fokus kami adalah mahasiswa yang tidak menerima beasiswa lain dan merupakan anak-anak Kaltim yang sudah menetap lebih dari tiga tahun,” jelas Ramadhani, yang akrab disapa Bang Dhani.
Lanjutnya, kebijakan tersebut bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran bagi warga asli atau penduduk lama Kaltim, sekaligus mencegah tumpang tindih dengan penerima beasiswa lain seperti KIP Kuliah.
Terkait data mahasiswa aktif, Ramadhani mengakui proses verifikasi memerlukan waktu lebih panjang karena harus melalui sinkronisasi dengan tim Pemerintah Provinsi Kaltim.
“Data mahasiswa aktif hari ini kami olah kembali dan kami dorong ke sistem agar segera ada perkembangan,” ujarnya.
Satgas Gratispol Polnes memastikan seluruh mahasiswa yang memenuhi persyaratan usia, domisili, dan status akademik aktif tidak sedang cuti akan segera diproses, sepanjang dokumen pendukung seperti Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) telah dilengkapi.
Untuk mempercepat proses, manajemen Polnes tidak hanya mengandalkan jalur komunikasi formal, tetapi juga melibatkan organisasi kemahasiswaan. Koordinasi dilakukan secara masif melalui lingkar advokasi mahasiswa, himpunan mahasiswa, hingga kepala jurusan agar informasi tersampaikan secara merata.
Mengingat keterbatasan waktu, Polnes juga akan segera menerbitkan instruksi resmi guna mendorong percepatan pendaftaran mahasiswa.
“Hari ini sudah tanggal 2 Februari. Akan ada edaran resmi dari Wakil Direktur IV, Bapak Said, untuk percepatan pendaftaran. Harapannya, jurusan dan mahasiswa bisa lebih responsif agar target penyerapan bantuan dapat maksimal,” pungkas Ramadhani.
Dengan langkah-langkah tersebut, Polnes optimistis seluruh proses administratif pendaftaran Gratispol dapat diselesaikan tepat waktu, sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah Kaltim.

