Insitekaltim, Samarinda – Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Abdunnur memberikan klarifikasi terkait kabar sejumlah mahasiswa yang mengundurkan diri dari program beasiswa Gratispol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).
Meski membenarkan adanya pengunduran diri tersebut, pihak kampus masih melakukan verifikasi mendalam untuk memastikan alasan di balik keputusan mahasiswa.
Abdunnur menduga kuat bahwa alasan utama pengunduran diri tersebut adalah kepatuhan terhadap aturan yang melarang penerimaan bantuan pendidikan ganda.
Mahasiswa yang sudah terdaftar di beasiswa lain, baik dari pemerintah daerah, KIP-Kuliah, maupun mitra perusahaan, diwajibkan memilih salah satu.
“Kita akan lihat dan make sure kenapa. Saya pikir kalau alasannya karena mereka sudah mendapatkan bantuan lain, nah itu tidak diperkenankan. Apakah dari beasiswa pemerintah kabupaten/kota, KIP-K, atau perusahaan yang bekerja sama dengan Unmul,” ujar Abdunnur.
Salah satu poin krusial yang disoroti Rektor Unmul dalam wawancara tersebut adalah evaluasi terhadap persyaratan teknis beasiswa.
Abdunnur menyarankan agar persyaratan mahasiswa harus berasal dari Program Studi (Prodi) berakreditasi unggul segera dihapus agar asas keadilan pendidikan bagi seluruh masyarakat Kaltim dapat terpenuhi.
“Kedepan, persyaratan seperti syarat untuk prodi unggul itu bisa tidak diperlukan lagi. Mahasiswa yang prodinya belum unggul harus bisa mendapatkannya juga. Ini penting agar minat masyarakat kepada prodi yang belum unggul tetap meningkat dan membantu kami menghasilkan lulusan yang baik secara merata,” tegasnya.
Terkait sistem pembayaran beasiswa yang bersifat reimburse dikarenakan pencairan dana yang sering kali terlambat, Abdunnur menyatakan bahwa Unmul tetap memberikan dukungan penuh dan kepercayaan kepada komitmen Pemerintah Provinsi Kaltim.
Meski pihak kampus harus menunda penerimaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari UKT mahasiswa, misi utama meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi tetap menjadi prioritas.
“Kami sangat percaya pemerintah provinsi berkomitmen. Walaupun pencairan anggarannya terlambat beberapa bulan seperti tahun lalu baru cair Oktober atau November, Unmul rela berkorban menunda pendapatan demi menyukseskan program Gratispol,” imbuhnya.
Program Gratispol tahun kedua ini dibuka untuk seluruh angkatan sesuai kuota yang tersedia. Namun, Abdunnur mengingatkan adanya tanggung jawab moral bagi para penerima bantuan untuk fokus pada studi mereka.
“Beasiswa ini hanya diberikan untuk 8 semester atau 4 tahun. Ini menjadi komitmen bagi adik-adik mahasiswa agar setelah diberikan bantuan, mereka tetap fokus menyelesaikan studinya tepat waktu, bahkan bisa lebih cepat,” pungkas Abdunnur.
Rektor juga memberikan opsi kepada pemerintah, jika nantinya kuota Gratispol tidak terserap maksimal, anggaran tersebut dapat dialihkan untuk peningkatan SDM lainnya, seperti bantuan studi S2 dan S3 bagi dosen atau masyarakat umum di Kaltim.

