Insitekaltim, Samarinda — Ketua Yayasan Pendidikan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda Daddy Ruhiyat menilai pelantikan rektor untuk masa jabatan 2026–2029 sebagai momentum penting untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola universitas.
Menurut Daddy, pergantian kepemimpinan ini tidak sekadar bersifat administratif, melainkan diarahkan untuk menjawab tantangan keberlanjutan institusi, profesionalisme pengelolaan, serta peningkatan daya saing perguruan tinggi di tengah perubahan yang semakin cepat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan universitas periode sebelumnya atas pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa tantangan ke depan menuntut perubahan cara pandang dalam mengelola universitas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan sebelumnya atas dedikasi dan kerja kerasnya. Namun, universitas ke depan tidak bisa dikelola dengan cara lama. Dibutuhkan kepemimpinan yang mampu membaca perubahan dan mengelola institusi secara lebih strategis,” ungkapnya Rabu, 14 Januari 2026.
Daddy menyoroti pergeseran peran universitas yang kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pembelajaran, tetapi juga sebagai organisasi yang harus dikelola secara profesional, efisien, dan berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya pengembangan sistem pengelolaan yang mendorong inovasi, kemandirian, serta optimalisasi sumber daya.
“Universitas bukan hanya ruang akademik tetapi juga entitas yang harus mampu mengelola sumber daya, menciptakan nilai tambah, dan menjamin keberlanjutan institusi,” jelasnya.
Aspek pengelolaan keuangan dan sumber pendanaan juga menjadi perhatian. Menurutnya, universitas tidak boleh bergantung pada satu sumber pendanaan, melainkan perlu mengembangkan kreativitas, kerja sama, serta kemitraan yang sehat guna menopang operasional jangka panjang.
“Keberlanjutan universitas sangat ditentukan oleh kemampuan mengelola institusi secara bertanggung jawab dan transparan. Tanpa itu, akan sulit bagi universitas untuk bertahan dan berkembang,” ucapnya.
Lebih lanjut, kepemimpinan universitas ke depan harus mampu merespons percepatan perubahan global, mulai dari perkembangan teknologi, dinamika dunia kerja, hingga meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan.
“Rektor tidak hanya berperan sebagai pemimpin akademik, tetapi juga sebagai pengambil keputusan strategis yang menentukan arah universitas dalam jangka panjang,” tegasnya.
Dengan kepemimpinan baru, Untag Samarinda diharapkan mampu bertransformasi menjadi institusi pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan nilai-nilai akademik serta tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

