Insitekaltim, Balikpapan — Aktivitas jual beli di Pasar Klandasan, Balikpapan, terpantau ramai menjelang pergantian tahun. Pasar tradisional yang menjadi salah satu pusat kebutuhan masyarakat ini menyediakan berbagai macam komoditas, mulai dari buah dan sayur, ikan asin, telur, hingga perabot rumah tangga.
Sejumlah harga bahan pokok terpantau relatif tinggi. Lobak dijual dengan harga Rp60 ribu per kilogram, cumi-cumi Rp100 ribu untuk setengah kilogram, sementara jagung pipil dibanderol Rp5 ribu per buah.
Selain bahan pangan, pedagang juga menjual ikan segar, tahu tempe, kacang-kacangan, beras, bumbu masakan, gelas plastik, hingga perabot rumah seperti lemari dan kebutuhan dapur serta kamar mandi.
Memasuki momen Tahun Baru, Pasar Klandasan juga menyediakan berbagai perlengkapan penunjang perayaan, seperti jagung bakar, arang, hingga alat pemanggang yang banyak dicari pengunjung.
Tahun baru ini, Balikpapan menjadi salah satu kota yang padat dikunjungi warga dari berbagai daerah sekitar, seperti Samarinda, Kutai Kartanegara, dan wilayah penyangga lainnya. Kondisi tersebut turut meningkatkan aktivitas ekonomi, khususnya di pasar tradisional dan sektor jasa.
Salah satu pengunjung pasar, Bu Wati, mengaku harga kebutuhan pokok di Balikpapan memang cenderung lebih mahal dibandingkan Samarinda.
“Kalau dibandingkan Samarinda, harga makanan di sini memang lebih tinggi. Saya sering dengar juga biaya hidup di Balikpapan memang lebih mahal,” ujarnya pada Rabu, 31 Desember 2025 di Pasar Klandasan Balikpapan.
Meski demikian, Bu Wati menilai kenaikan harga bahan pokok di pasar tidak dipengaruhi oleh momen Tahun Baru. Menurutnya, harga di pasar biasanya tidak naik signifikan saat pergantian tahun, berbeda dengan menjelang bulan puasa atau Hari Raya Idulfitri.
“Kalau tahun baru biasanya harga pasar normal saja. Naiknya itu biasanya kalau mau puasa atau lebaran. Jadi ini memang dari sananya sudah mahal,” jelasnya.
Berbeda dengan harga kebutuhan pokok, Bu Wati menyebut kenaikan signifikan justru terjadi pada tarif penginapan. Ia mengaku harus menyiapkan anggaran hampir Rp3 juta untuk menginapkan tujuh anggota keluarganya selama merayakan Tahun Baru di Balikpapan.
