Insitekaltim, Aceh Tamiang – Sepuluh hari berada di garis depan pascabencana, Tim Relawan Penanggulangan Bencana Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya menuntaskan tugas kemanusiaan mereka di Kabupaten Aceh Tamiang.
Sejak 16 hingga 26 Desember 2025, para relawan hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menemani para penyintas melewati hari-hari sulit setelah banjir lumpur melanda wilayah tersebut.
Selama bertugas, relawan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Mulai dari penyaluran bantuan logistik dan layanan kesehatan, pembersihan lumpur di fasilitas umum seperti puskesmas, hingga membantu operasional dapur umum bagi warga terdampak.
Di hari-hari terakhir sebelum kepulangan, para relawan masih menyempatkan diri memberikan layanan dukungan sosial sederhana untuk anak-anak korban banjir. Selama dua hari, anak-anak diajak bermain dan berinteraksi agar dapat kembali tersenyum setelah mengalami trauma bencana.
Meski telah menjalankan berbagai tugas, para relawan mengaku masih merasa belum berbuat banyak. Perasaan itu mendorong mereka untuk berinisiatif mengumpulkan donasi secara swadaya di antara sesama relawan. Dari iuran tersebut, terkumpul dana sebesar Rp5 juta yang kemudian digunakan untuk membeli makanan ringan bagi anak-anak serta peralatan dapur bagi para ibu rumah tangga korban banjir.
Koordinator Lapangan Relawan Kaltim Sugeng Priyanto mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendorong kemandirian pascabencana.
“Alhamdulillah dari iuran bersama selama dua hari kami bisa mengumpulkan Rp5 juta. Dana itu kami gunakan untuk membeli peralatan dapur mandiri dan makanan ringan untuk anak-anak,” ujarnya.
Peralatan dapur diserahkan sebagai upaya membantu keluarga terdampak kembali beraktivitas secara mandiri, sementara makanan ringan diberikan sebagai bentuk perhatian kepada anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan terdampak bencana.
Kepulangan para relawan meninggalkan kesan mendalam bagi warga setempat. Meski masa tugas telah berakhir, semangat gotong royong dan kepedulian yang ditunjukkan relawan Kaltim diharapkan menjadi penguat bagi masyarakat Aceh Tamiang dalam proses pemulihan ke depan.
