Insitekaltim, Samarinda — Wartawan Media Kaltim Umam menyebut pertumbuhan media di Kota Samarinda saat ini berlangsung sangat masif seiring hadirnya media online, namun perlu dibarengi dengan kualitas produk jurnalistik yang baik.
Umam menjelaskan, jumlah media di Samarinda kini telah mencapai ratusan, yang secara otomatis juga diikuti dengan bertambahnya jumlah wartawan. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi peluang sekaligus tantangan bagi dunia jurnalistik di daerah.
“Pertumbuhannya sungguh masif. Dengan hadirnya media online, ruang tumbuhnya sangat luas. Tapi tentu harus diimbangi dengan produk jurnalistik yang berkualitas,” ujar Umam, Minggu, 28 Desember 2025.
Lebih lanjut, ia menilai arah gerak media saat ini berada dalam kondisi yang rawan. Perkembangan media sosial telah melahirkan fenomena influencer, akun berita singkat, hingga konten gosip yang kerap menggeser nilai-nilai jurnalistik. Di sisi lain, minat baca masyarakat, khususnya generasi muda, juga dinilai semakin menurun.
“Kondisi ini membuat media perlu melakukan inovasi. Cara-cara influencer mulai diadaptasi ke dalam praktik jurnalistik, namun tetap harus menjaga kaidah jurnalistik,” jelasnya.
Terkait independensi pers, Umam menilai persoalan tersebut masih berada di wilayah abu-abu. Menurutnya, ketika media masuk dalam ranah bisnis, persoalan pembiayaan menjadi tantangan tersendiri, terutama di tengah menurunnya pemasukan iklan.
“Independensi pemberitaan saat ini tidak hanya menjadi persoalan di Samarinda, tetapi juga secara nasional,” katanya.
Selama berkarier sebagai wartawan, Umam mengaku tidak menghadapi tantangan yang berarti. Ia memandang setiap liputan sebagai sebuah petualangan yang menyenangkan, bukan sekadar pekerjaan.
“Kadang ada narasumber yang enggan diwawancarai, tapi selalu ada opsi dan angle lain untuk mendapatkan bahan berita. Semua itu soal cara,” tuturnya.
Di akhir, Umam berharap wartawan muda di Samarinda tetap konsisten menulis dengan jujur dan berani. Menurutnya, keberanian menangkap isu dan menjaga integritas merupakan kunci profesionalisme wartawan.
“Jangan berhenti menulis. Jangan takut dan jangan ragu. Berita tetap bisa menarik dengan cara yang jujur,” pungkasnya.

