Insitekaltim, Samarinda — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Faisal menegaskan pentingnya kolaborasi organisasi kepemudaan, khususnya Gerakan Pramuka dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Benua Etam.
Faisal menyebutkan, Kaltim saat ini berhasil menempati posisi tiga besar nasional dalam capaian IPP, prestasi yang menurutnya harus dijaga melalui sinergi lintas sektor dan penguatan peran organisasi kepemudaan.
“Dispora tidak bisa membina pemuda sendirian. Diperlukan kolaborasi. Pramuka membina pemuda di Pramuka, olahraga di olahraga, dan organisasi lain di bidangnya masing-masing. Semuanya adalah pemuda Kaltim,” ujar Faisal, Sabtu, 27 Desember 2025.
Ia menjelaskan, dalam penilaian IPP terdapat 15 indikator yang membutuhkan keterlibatan aktif organisasi kepemudaan. Dalam hal ini, Gerakan Pramuka dinilai memiliki peran strategis dalam pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kemandirian pemuda.
Selain itu, Faisal juga menyoroti dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang membawa percepatan di bidang teknologi dan digitalisasi.
Menurutnya, kemajuan tersebut harus diimbangi dengan penguatan pendidikan karakter agar pemuda lokal mampu bersaing dan tidak tergerus dampak negatif.
“Digitalisasi membuka peluang besar, tetapi juga menghadirkan tantangan seperti hoaks dan penyalahgunaan teknologi. Karena itu, pembinaan karakter pemuda harus diperkuat,” jelasnya.
Ia juga mendorong pemuda untuk memanfaatkan teknologi digital secara produktif, khususnya dalam pengembangan kewirausahaan, guna menciptakan kemandirian ekonomi dan meningkatkan daya saing.
Faisal mengajak seluruh unsur Gerakan Pramuka dan organisasi kepemudaan di Kaltim untuk terus memperkuat sinergi dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

