Insitekaltim, Samarinda – Ragam wahana bermain edukatif bagi anak-anak di Kota Samarinda terus bertambah. Salah satunya adalah Slime Lab yang resmi beroperasi di BIG Mall Samarinda sejak 29 November 2025. Wahana ini menghadirkan konsep permainan interaktif berbasis eksplorasi tekstur dan kreativitas anak.
Meski baru beroperasi kurang dari satu bulan, Slime Lab mulai menarik perhatian keluarga khususnya orang tua yang ingin memberikan alternatif aktivitas bermain selain gawai. Di wahana ini, anak-anak diajak terlibat langsung dalam proses pembuatan slime, mulai dari bahan dasar hingga siap dimainkan.
Leader Slime Lab BIG Mall Samarinda Farraz menjelaskan, konsep yang diusung tidak sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukatif untuk melatih keberanian dan kepekaan anak terhadap pengalaman baru.
“Anak-anak diajak memegang bahan dari awal, dari yang masih berbentuk lem sampai menjadi slime. Ini melatih keberanian mereka terhadap tekstur baru dan tidak takut kotor,” ujarnya saat ditemui pada Kamis, 25 Desember 2025.
Slime Lab BIG Mall Samarinda menyediakan dua konsep layanan, yakni area do it yourself (DIY) dan retail. Di area DIY, pengunjung dapat meracik slime sendiri dengan pendampingan petugas. Anak-anak bebas memilih warna, pewangi, hingga tambahan glitter sesuai selera.
Sementara itu, bagi pengunjung yang menginginkan kepraktisan, tersedia layanan retail berupa slime siap pakai dengan pilihan tekstur glossy dan butter yang dapat langsung dibawa pulang.
Dari sisi harga, pengalaman meracik slime di area DIY dibanderol Rp199.000 per tekstur, dengan pilihan varian butter, cloud, glossy, dan sand. Adapun produk slime retail dijual seharga Rp49.000 per item.
Farraz menambahkan, sejauh ini respons pengunjung terbilang positif. Banyak orang tua menilai aktivitas tersebut membantu anak belajar bersabar, fokus, serta berani mencoba hal baru tanpa rasa jijik.
“Mulai dari penggunaan activator sampai slime jadi, semuanya harus disentuh. Di situlah proses belajarnya,” katanya.
Terkait aspek keamanan, pihak Slime Lab memastikan seluruh bahan yang digunakan aman untuk anak-anak, selama tidak mengenai rambut dan pakaian. Jika hal tersebut terjadi, pembersihan dapat dilakukan dengan cara tertentu, seperti menggunakan minuman bersoda untuk rambut dan air panas untuk pakaian.
Selain itu, slime yang dibawa pulang juga dipastikan dalam kondisi ideal. “Kalau terlalu cair atau terlalu keras, kami bantu perbaiki terlebih dahulu agar aman dimainkan di rumah,” jelas Farraz.
Slime Lab tidak memberlakukan batasan usia maupun durasi bermain, sehingga orang dewasa pun diperbolehkan ikut merasakan pengalaman merakit slime bersama anak-anak.
Dengan konsep interaktif dan ramah keluarga, Slime Lab BIG Mall Samarinda diharapkan dapat menjadi pilihan baru bagi masyarakat untuk mengisi waktu luang sekaligus mendukung tumbuh kembang kreativitas anak di luar ruang kelas.

