Insitekaltim, Samarinda — Guru Besar Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) La Ode Hasiara menegaskan bahwa capaian jabatan Guru Besar bukan sekadar penghargaan personal, melainkan amanah akademik yang menuntut tanggung jawab lebih besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya usai prosesi pengukuhan Guru Besar Polnes. Menurut La Ode, momentum pengukuhan menjadi ruang refleksi atas tanggung jawab akademik yang melekat, khususnya dalam penguatan tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Jabatan Guru Besar membawa tanggung jawab moral dan akademik yang lebih besar, bukan hanya untuk institusi, tetapi juga untuk masyarakat luas,” ujar La Ode, Selasa, 23 Desember 2025.
Ia menegaskan, seorang profesor dituntut untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas serta berperan aktif dalam menjawab berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat sesuai dengan bidang keilmuannya.
La Ode menilai, dukungan institusi memiliki peran penting dalam menciptakan iklim akademik yang produktif, terutama dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah bereputasi nasional maupun internasional.
Selain itu, ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi dosen-dosen lain di lingkungan Polnes untuk terus meningkatkan kompetensi akademik dan profesionalisme.
“Semoga capaian ini bisa menjadi pemicu semangat bagi rekan-rekan dosen agar terus berkarya dan berkontribusi sesuai bidang masing-masing,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran Guru Besar dalam membina generasi muda, baik mahasiswa maupun dosen junior, guna menjamin keberlanjutan kualitas akademik di lingkungan perguruan tinggi.
Sebagai informasi, La Ode merupakan salah satu dari dua Guru Besar yang resmi dikukuhkan Polnes dalam prosesi pengukuhan yang digelar hari ini. Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya Polnes dalam memperkuat kualitas akademik dan kontribusi keilmuan di tingkat nasional.

