Berita 8, Andika Saputra
Caption: Analisis Kebijakan Ahli Muda Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sri Purwanti
Insitekaltim, Samarinda — Analis Kebijakan Ahli Muda Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Sri Purwanti menyampaikan optimisme pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) yang dinilai tetap kuat dengan tingkat inflasi yang terkendali, seiring pelaksanaan berbagai program stimulus dan pengawasan harga secara berkelanjutan.
Sri Purwanti menjelaskan, Pemerintah Pusat telah menjalankan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi, di antaranya penyaluran bantuan sosial seperti Beras Bantuan Masyarakat Tertinggal (BBMT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), pemberian paket stimulus ekonomi, penyelenggaraan event belanja nasional, serta penguatan pemantauan distribusi pangan dan operasi pasar.
“Kita sudah melakukan banyak langkah, mulai dari bantuan sosial BBMT dan PKH hingga event belanja nasional. Semua ini bertujuan menjaga stabilitas ekonomi di Kaltim,” ujar Sri Purwanti pada Kamis, 18 Desember 2025.
Ia menambahkan, peningkatan aktivitas sektor manufaktur dan indeks keyakinan konsumen menjadi indikator positif membaiknya kondisi ekonomi di daerah. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,2 persen dengan inflasi tetap terkendali, sementara pertumbuhan ekonomi Kaltim tercatat berada di kisaran 4,26 persen.
Menurutnya, berbagai stimulus konsumsi rumah tangga diharapkan mampu mendorong peningkatan daya beli masyarakat pada triwulan IV 2025, termasuk melalui program diskon dan event belanja yang telah dilaksanakan.
Selain itu, optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 akan difokuskan pada delapan sektor prioritas, yakni ketahanan pangan, energi, pendidikan, kesehatan, pembangunan desa, serta dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Optimalisasi APBN 2026 difokuskan pada delapan sektor utama, mulai dari pangan dan energi hingga pendidikan, kesehatan, pembangunan desa, serta dukungan UMKM. Seluruhnya diarahkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan inflasi tetap terkendali,” tambahnya.
Pemerintah Pusat juga terus memperkuat pemantauan distribusi pangan, pelaksanaan operasi pasar, serta penyaluran bantuan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna menjaga stabilitas harga, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru.
Upaya tersebut diharapkan mampu meminimalkan fluktuasi harga komoditas pangan strategis, seperti cabai, daging ayam, dan telur.
“Secara umum upaya pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi di Kaltim sudah berjalan cukup optimal melalui operasi pasar yang masif, pemantauan harga, serta koordinasi lintas instansi. Kami juga mengapresiasi kinerja sejumlah daerah seperti Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara yang menunjukkan capaian indikator ekonomi yang baik,” pungkasnya.

