Insitekaltim, Samarinda – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) mencatat kinerja positif dalam menjaga stabilitas pangan. Sepanjang 2025, Bulog Kaltimtara berhasil menyerap 18.220 ton gabah dari petani, atau setara 191 persen dari target pemerintah pusat sebesar 9.526 ton.
Kepala Bulog Kanwil Kaltimtara Musazdin Said menyampaikan, capaian tersebut mencerminkan optimalisasi peran Bulog melalui tiga pilar utama yakni ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan.
“Capaian ini menunjukkan Bulog menjalankan perannya melalui tiga pilar utama sehingga harga pangan di tingkat petani dan konsumen tetap seimbang,” ujar Musazdin pada Kamis, 18 Desember 2025.
Ia menjelaskan, pilar ketersediaan diwujudkan melalui pembelian pangan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Pilar keterjangkauan dijalankan dengan pemerataan stok serta pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sementara pilar stabilitas dilakukan melalui intervensi pasar guna menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen dan konsumen.
Meski penyerapan gabah melampaui target, penyerapan jagung masih tercatat 213 ton dari target 2.000 ton. Untuk tahun 2026, Bulog Kaltimtara menargetkan penyerapan gabah kering panen (GKP) sebesar 24.915 ton, yang sebagian akan diolah menjadi beras premium guna memperkuat cadangan pangan dan memenuhi kebutuhan pasar.
Berdasarkan data sistem Enterprise Resource Planning (ERP) per 17 Desember 2025, persediaan Bulog di wilayah Kaltim meliputi 17.337 ton beras Public Service Obligation (PSO), 674 ton beras komersial, 154 ton jagung, 211 ton gula, serta 176 ton minyak goreng. Stok tersebut tersebar di Kanwil Kaltim dan Kantor Cabang Samarinda, Paser, serta Berau untuk mendukung distribusi dan stabilisasi harga.
Selain itu, Bulog juga telah menyalurkan 7.300 ton beras dari target 18.716 ton kepada 97.797 keluarga penerima manfaat. Penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah agar bantuan tepat sasaran.
Menghadapi 2026, Bulog menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain penyaluran minyak goreng melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pembangunan gudang modern, optimalisasi cold storage, penguatan distribusi pasar rakyat, serta koordinasi intensif dengan Tim Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan intervensi pasar.
Musazdin menegaskan, seluruh upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan pangan tetap aman dan harga stabil di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat serta dinamika pasar di wilayah Kaltimtara.

