Terkendala Pasang Surut, PPK Irham Pastikan Pembangunan Teras Samarinda Tetap Berjalan
Insitekaltim, Samarinda – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Teras Samarinda, Irham, menjelaskan bahwa progres pekerjaan di kawasan tersebut terus dilakukan meski beberapa hambatan teknis masih terjadi di lapangan. Salah satu kendala utama adalah kondisi pasang surut sungai yang kerap mengganggu proses pemasangan unit.
Irham mengatakan, pemasangan konstruksi tertentu hanya dapat dilakukan saat permukaan sungai dalam keadaan kering. Jika air sedang pasang, pemasangan harus ditunda demi menjaga ketepatan dan keselamatan pekerjaan.
“Kalau pasang, air naik dan kita tidak bisa pasang unit. Harus ada cor lantai dulu, jadi kami menunggu kering. Di situ letak kendalanya dari sisi teknis,” ujar Irham, Jumat, 5 Desember 2025.
Ia menjelaskan bahwa arah aliran sungai dan pola penyelesaian pekerjaan telah disiapkan dua opsi, yakni mengikuti kondisi alam maupun melakukan penyesuaian teknis pada titik-titik tertentu agar proses konstruksi tetap dapat berjalan.
Ketika disinggung mengenai kemungkinan pengerjaan diperluas hingga kawasan Tapan Merah Bukit, Irham menyebutkan bahwa hal itu belum dapat dipastikan karena keterbatasan alokasi anggaran.
“Kita hanya bisa berharap, tetapi untuk saat ini anggaran masih fokus di segmen satu. Ada tambahan, namun tetap untuk penyelesaian segmen pertama,” terangnya.
Irham menuturkan bahwa tambahan anggaran diperlukan setelah tim menemukan batuan keras di area jembatan saat proses pemancangan. Kondisi tersebut memaksa pelaksana untuk menggunakan metode pre-boring, yang menambah durasi dan kompleksitas pekerjaan.
Selain itu, beberapa bagian seperti WPC dan sistem pencahayaan (lighting) disebut belum rampung sepenuhnya dan akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya.
“Kurang lebih dibutuhkan sekitar Rp11 miliar untuk penyempurnaan di tahun depan. Itu meliputi penyelesaian WPC dan penambahan lampu yang belum bisa dituntaskan tahun ini,” kata Irham.
Ia menegaskan bahwa meski terdapat hambatan teknis, penyelesaian proyek tetap dilakukan secara bertahap dan terukur, sembari menyesuaikan kondisi lapangan serta ketersediaan anggaran.
