Insitekaltim, Yogyakarta – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, (Kaltim) Seno Aji melakukan kunjungan kerja ke Asrama Ruhui Rahayu yang menjadi tempat tinggal mahasiswa asal Kaltim yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kunjungan tersebut mendapat sambutan hangat dari puluhan mahasiswa yang memadati halaman asrama.
Dalam kesempatan itu, Wagub Seno Aji menyampaikan rasa bangganya karena melihat antusiasme dan semangat belajar mahasiswa Kaltim yang merantau jauh dari kampung halaman.
Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi menaruh harapan besar pada generasi muda untuk menjadi motor pembangunan Kaltim pada masa mendatang.
“Saya bangga melihat adik-adik semua bisa bertahan, belajar, dan terus berprestasi meski jauh dari keluarga. Kalian adalah generasi emas yang kami siapkan untuk membawa Kalimantan Timur menuju masa depan yang lebih maju,” ujar Seno Aji dalam dialog terbuka bersama mahasiswa.
Seno Aji juga menjelaskan sejumlah kebijakan strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Bersama Gubernur Rudy Mas’ud, ia menekankan bahwa pembangunan SDM merupakan fondasi utama menjawab tantangan perubahan global dan persiapan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Program Gratis Pendidikan untuk Semua (Gratispol). Program ini memberikan bantuan biaya pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa Kaltim, termasuk mereka yang sedang menempuh studi di luar daerah, seperti Yogyakarta.
“Melalui Program Gratispol, kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi anak Kaltim yang terhambat pendidikannya hanya karena faktor biaya. Pendidikan adalah hak setiap warga, dan pemerintah hadir untuk menjamin itu,” tegasnya.
Dalam forum dialog, mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari peningkatan fasilitas asrama, dukungan tambahan untuk kegiatan organisasi, hingga akses informasi beasiswa dan peluang magang di instansi pemerintah Kaltim.
Beberapa mahasiswa juga menyinggung perlunya pembinaan rutin dari pemerintah daerah agar hubungan mahasiswa perantau dengan pemerintah provinsi tetap terjalin erat.
“Kami berharap pemerintah lebih sering melakukan kunjungan agar komunikasi bisa lebih intens dan kami bisa menyampaikan kebutuhan secara langsung,” ujar salah satu mahasiswa.
Menanggapi itu, Seno Aji memastikan pemerintah akan terus membuka ruang komunikasi dan memperkuat perhatian terhadap mahasiswa Kaltim yang sedang menimba ilmu di luar daerah.
Di akhir pertemuan, Wakil Gubernur berpesan agar mahasiswa tidak melupakan daerah asal meski telah menyesuaikan diri dengan budaya dan lingkungan di Yogyakarta.
Ia mengajak mereka kembali ke Benua Etam setelah lulus untuk mengabdikan ilmu dan keahlian yang diperoleh.

