Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Erlangga Gandeng BINUS, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan dan Literasi AI di Samarinda

    April 16, 2026

    Potensi Cuan Besar dari Parkir Berlangganan, DPRD Samarinda Minta Jangan Asal Terapkan

    April 16, 2026

    DBH Menurun, DPRD Samarinda Dorong Maksimalkan UMKM dan Pariwisata sebagai Sumber PAD

    April 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Gubernur Kaltim Ingatkan Pencegahan Karhutla Jelang Puncak Kemarau
    Diskominfo Kaltim

    Gubernur Kaltim Ingatkan Pencegahan Karhutla Jelang Puncak Kemarau

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuli 4, 2025Updated:Juli 4, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gubernur Kalimantan Timur H Rudy Mas’ud
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Balikpapan — Menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Juli hingga Agustus 2025, Gubernur Kalimantan Timur H Rudy Mas’ud menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat berdampak luas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

    Pernyataan itu disampaikan Gubernur saat membuka kegiatan Konsolidasi Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Pengendalian Kebakaran Lahan yang digelar di Hotel Novotel Balikpapan, Jumat, 4 Juli 2025. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, serta perwakilan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), termasuk Ketua Bidang Sustainability Gapki, Bambang Dwi Laksono.

    “Sebanyak 99 persen kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh aktivitas manusia. Artinya, hal ini bisa kita cegah bersama melalui kesadaran, kedisiplinan, dan komitmen kolektif,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud di hadapan para peserta kegiatan.

    Ia menekankan bahwa meskipun para petugas di lapangan memiliki dedikasi tinggi dalam melakukan pemadaman, namun pencegahan tetap menjadi langkah paling strategis dan efisien dalam melindungi ekosistem.

    “Petugas kita selalu siap bekerja keras, tetapi harus diakui, mencegah tetap jauh lebih baik daripada memadamkan. Pencegahan adalah kunci utama,” tegasnya.

    Lebih lanjut, ia mendorong sinergi lintas sektor dalam penanggulangan karhutla. Menurutnya, upaya ini tak bisa hanya mengandalkan satu pihak, melainkan harus melibatkan seluruh komponen—pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat.

    “Apalagi Kalimantan Timur memiliki wilayah hutan dan lahan gambut yang cukup luas dan rentan terbakar. Kerja sama semua pihak adalah keniscayaan,” tambahnya.

    Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan apresiasi terhadap tren penurunan jumlah titik api di wilayah Kalimantan Timur. Berdasarkan data hingga pertengahan tahun 2025, hanya terdeteksi 15 titik api, yang merupakan penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

    “Penurunan ini menunjukkan hasil nyata dari kolaborasi yang terus dibangun, serta masih tingginya curah hujan di sebagian wilayah Kaltim. Namun, kita tidak boleh lengah,” ujar Menteri Hanif.

    Ia menekankan bahwa dunia usaha, terutama sektor perkebunan sawit yang tergabung dalam Gapki, harus tetap waspada dan mempersiapkan skema pencegahan secara menyeluruh. Hal ini meliputi penyediaan sarana dan prasarana pemadaman, penguatan sistem pelaporan dini, serta pelatihan berkala bagi tenaga lapangan.

    “Kita dorong agar seluruh perusahaan menyusun rencana tanggap darurat secara berkala, serta melibatkan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam patroli dan edukasi,” katanya.

    Menteri Hanif juga menyoroti pentingnya penggunaan teknologi dalam mendeteksi dini kebakaran. Menurutnya, integrasi data satelit dengan pelaporan di lapangan dapat membantu mempercepat respons penanganan, sehingga api bisa segera dipadamkan sebelum meluas.

    “Koordinasi antara pusat dan daerah harus lebih cepat dan responsif. Kita tidak boleh menunggu sampai api besar baru bertindak. Prinsip kita: deteksi dini, lapor cepat, tanggap cepat,” ujarnya.

    Ketua Bidang Sustainability Gapki, Bambang Dwi Laksono menyatakan kesiapan sektor swasta untuk mendukung program pemerintah dalam penanggulangan karhutla. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar perusahaan anggota Gapki telah memiliki tim tanggap darurat dan sarana pemadam yang sesuai standar.

    “Kami terus meningkatkan kapasitas internal, termasuk memberikan pelatihan kepada karyawan dan masyarakat sekitar. Ini bukan hanya kewajiban, tapi juga bentuk tanggung jawab moral kami terhadap lingkungan,” kata Bambang.

    Melalui kegiatan ini, seluruh pihak diharapkan semakin meningkatkan koordinasi dan kesiapannya menghadapi musim kemarau. Pemerintah pun akan terus melakukan evaluasi berkala untuk memastikan seluruh wilayah, terutama yang rawan karhutla, berada dalam kondisi siaga penuh.

    Dengan komitmen bersama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, Kalimantan Timur optimistis dapat menekan risiko kebakaran hutan dan lahan secara signifikan di tahun ini. (Adv/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    karhutla Puncak Kemarau Rudy Mas'ud
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Gratispol Diklaim Berdampak Nyata, Gubernur Kaltim Dorong Mahasiswa Jadi Pencipta Kerja

    April 14, 2026

    Masyarakat Jadi Kunci, Populasi Pesut Mahakam Mulai Tumbuh Perlahan

    April 12, 2026

    Gubernur Kaltim Tekankan Serapan Anggaran Triwulan II, WFH Diklaim Tekan Biaya Operasional

    April 6, 2026

    BPBD Siaga Hadapi El Nino, Warga Diminta Waspadai Karhutla dan Hemat Air

    April 5, 2026

    Kaltim Dorong Kakao dan Kelapa Jadi Sektor Unggulan Baru di Luar Tambang

    April 4, 2026

    Kaltim Komitmen Kurangi Ketergantungan Beras dari Luar

    April 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Erlangga Gandeng BINUS, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan dan Literasi AI di Samarinda

    Andika SaputraApril 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Upaya peningkatan mutu pendidikan terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak, salah satunya…

    Potensi Cuan Besar dari Parkir Berlangganan, DPRD Samarinda Minta Jangan Asal Terapkan

    April 16, 2026

    DBH Menurun, DPRD Samarinda Dorong Maksimalkan UMKM dan Pariwisata sebagai Sumber PAD

    April 16, 2026

    Soal BPJS Kota dan Provinsi, Iswandi Tegaskan Jangan Bikin Publik Bingung

    April 16, 2026

    Komisi III DPRD Samarinda Soroti Halte Tak Terpakai dan Rendahnya Disiplin Pelican Crossing

    April 15, 2026
    1 2 3 … 3,059 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.