Insitekaltim,Samarinda – Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik menerima audiensi manajemen PT PLN UID Kaltimra UP3 Samarinda, Rabu (10/1/2024).
Manajemen PT PLN yang beraudiensi di Ruang Tamu VVIP Rumah Jabatan Gubernur Kaltim dipimpin Manager UP3 Samarinda Pundhi Nugrohojati bersama Manager UPPK Kaltim Nur Hakim, didampingi Asman Jaringan Danang, Asman Pemasaran Lusi, Asman Transaksi Energi Hendra, Asman Keuangan dan Umum Wahyu, Asman Perencanaan Rachmad, serta Manager ULP Samarinda Kota Febrian.
“Alhamdulillah, listrik kita tidak kekurangan Pak ya,” ucap Akmal Malik membuka obrolan.
“Alhamdulillah, tidak Pak,” sahut Manager UP3 Samarinda Pundhi Nugrohojati.
Menurut Akmal, jangan masalah geografis Kaltim menjadi alasan, sehingga tidak terpenuhi kebutuhan listrik masyarakat, seperti Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
“Saya tidak mau jadi olok-olokan. Desa-desa di Kaltim tidak teraliri listrik, tempat Ibu Kota Nusantara (IKN),” katanya.
Sebab bagi Akmal, daerah-daerah pedalaman, tertinggal dan terluar serta perbatasan merupakan bagian Kalimantan Timur.
Terlebih lagi sebutnya dari 841 desa masih terdapat 159 desa belum teraliri listrik dan terbanyak di Kabupaten Mahakam Ulu.
Termasuk desa-desa yang berbatasan langsung dengan wilayah IKN atau kawasan buffer zone, baik desa di Kabupaten Kutai Kartanegara maupun Penajam Paser Utara belum teraliri listrik.
“Ada satu desa di Km 38 Samboja, sampai saat ini tidak ada listrik. Padahal desa itu sekarang sudah masuk kawasan IKN,” ungkapnya.
Selain listrik untuk desa, Akmal juga minta dukungan PLN untuk kawasan Stadion Utama Kaltim Palaran.
“Kita sudah habis duit banyak bangun stadion, tapi tidak berfungsi, tidak berguna, kan sayang. Semoga PLN bisa bantu listriknya, supaya segera bisa difungsikan,” harapnya.
Manager UP3 Samarinda Pundhi Nugrohojati menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi Kaltim terhadap kinerja PLN.
“Terima kasih Pak bisa menerima kami. Beberapa pesan sudah kami terima untuk segera diteruskan ke manajemen. Mungkin ada opsi-opsi untuk solusi bagi warga Kaltim agar terpenuhi listriknya,” ujarnya.
Secara keseluruhan pemenuhan kebutuhan listrik di Kaltim sudah mencapai 80 persen hingga akhir 2023.
“Ya, tahun ini saya minta minimal 90 persen ya Pak,” tegas Akmal.
Tampak mendampingi Kepala Dinas ESDM Provinsi Kaltim H Munawwar.

