
Insitekaltim,Samarinda – Komisi III DPRD Kaltim menerima aspirasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) terkait kondisi memprihatinkan akses jalan di 4 desa di Kecamatan Bongan.
Jalanan berlumpur hingga sulit dilewati, berpengaruh buruk pada kehidupan masyarakat setempat. Harga kebutuhan pokok meninggi dan pelayanan kesehatan tidak maksimal.Keempat desa atau kampung itu adalah Lemper, Deraya, Tanjung Soke dan Gerunggung.
Pemerintah Kabupaten Kubar menginginkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ikut andil dalam perbaikan jalan di empat desa ini melalui anggaran gotong royong kabupaten, provinsi dan APBN.
Hal ini disebabkan, karena kondisi keuangan daerah Kabupaten Kubar tak mampu merampungkan perbaikan jalan tersebut. Bahkan di tahun ini Kubar hanya mampu mengucurkan anggaran Rp5 miliar untuk menimbun lumpur. Padahal diperlukan tidak kurang dari Rp187 miliar agar jalan itu layak dilalui.
“Hasil hitung-hitungan Pemkab Kubar ada sekitar Rp187 miliar. Tapi saya rasa itu masih kurang,” Kata Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Veridiana Huraq Wang usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pemerintah Kabupaten Kubar dan Kepala Dinas PUPR Provinsi Kaltim, Kepala Bappeda Provinsi Kaltim, Kepada Dinas DPMPD dan Kepala Dinas Kehutanan, Senin (3/4/2023).
Dijelaskannya, Pemerintah Kabupaten Kubar menginginkan sharing anggaran di antaranya Rp50 miliar dari APBD, Rp50 miliar dari bantuan keuangan provinsi dan Rp87 miliar dari APBN.
Karena permintaan tersebut, Veridiana mengaku siap memperjuangkan bantuan keuangan (bankeu) ke Pemprov Kaltim. Sementara untuk memperoleh anggaran APBN, Komisi III meminta Pemkab Kubar untuk berjuang ke pemerintah pusat sebab pusat saat ini melakukan inpres jalan.
“Kalau sokongan APBD Kubar bisa Rp50 miliar, kami juga akan memperjuangkan dana bankeu yang programnya harus program prioritas. Sementara untuk APBN kami sarankan segera ke pemerintah pusat,” tandasnya.

