Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda terus berupaya memenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan pemberian jaminan kesehatan dan perlindungan sosial melalui BPJS.
Wali Kota Andi Harun mengatakan persentase penduduk Kota Samarinda yang memiliki BPJS meningkat setiap tahun. Per desember 2022 persentase pengguna BPJS hampir mendekati 100 persen.
“Lompatannya begitu cepat sudah mencapai hampir 100 persen. Sekarang tinggal 0,38 persen penduduk yang belum memiliki BPJS,” ungkapnya kepada wartawan usai kegiatan pengukuhan pengurus YKI di rumah jabatan Wali Kota Samarinda, Selasa (21/2/2023).
Ia memastikan, di tahun 2023 ini seluruh penduduk Kota Samarinda wajib diikutsertakan dalam program jaminan kesehatan. Keikutsertaan itu dengan cara melakukan pendataan untuk menjadi peserta BPJS.
“Cita-cita saya 100 persen warga Kota Samarinda tercover BPJS. Mudah-mudahan di tahun 2023 ini sudah 100 persen,” ujarnya.
Sejalan dengan misi Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Samarinda yakni penanggulangan dan penanganan penderita kanker, kata Andi, program-program YKI Samarinda dapat terintegrasi dengan program Pemerintah Kota Samarinda agar pemerintah dapat mengetahui seberapa banyak penderita kanker, hingga mengambil langkah pelayanan bagi pasien yang belum memiliki BPJS.
“Perlu skrining dulu biar kita optimalkan data kanker kita. Semakin banyak yang diskrining pasti semakin banyak kita ketahui pengidap kanker dan pasti penanggulangannya kita bisa lakukan. Selama ia warga Kota Samarinda, kita akan bantu semaksimal mungkin,” tandasnya.

