Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Bontang – Wali Kota Bontang Basri Rase minta kepada masyarakat khususnya yang masih usia sekolah untuk menyeimbangkan antara esport atau olahraga elektronik dengan pendidikan.
“Dengan adanya DPRD Esport Tournament (DET) 2021 di Kota Bontang dapat dijadikan wadah bagi generasi milenial untuk menguji dan mengasah kemampuan esport,” kata Basri Rase saat memberikan sambutan pada DET di Aula Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar), Kamis (12/8/2021).

Meskipun esport sebagai wadah olahraga elektronik, namun ia tetap meminta kepada seluruh pihak terkait untuk mengawasi agar pendidikan dan esport di Kota Bontang berjalan seimbang sesuai porsinya.
“Para pengurus esport, orang tua dan kita semua harus mengingatkan kepada anak-anak kita agar ada keseimbangan antara esport dan pendidikan,” ujarnya.
Selain itu juga Ia mengimbau kepada Dispopar, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang, agar menyosialisasikan kepada masyarakat khususnya anak sekolah agar tidak hanya mengedepankan olahraga tapi juga pendidikan.
Pasalnya, tidak sedikit orang tua yang mengeluhkan anaknya lebih sering main game daripada belajar.
“Banyak keluhan orang tua, anak-anak mereka lebih sering main game,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam juga menyampaikan hal serupa. Namun, ia optimis esport dapat memberikan manfaat bagi anak-anak Bontang dalam menyalurkan hobinya.
“Kami juga telah mengedukasi anak-anak sekolah untuk tidak lupa dengan belajar dan mementingkan pendidikan,” kata Andi Faizal.
Andi Faizal mengaku akan mengirimkan perwakilan anak esport Bontang bersama pihak Dispopar ke sekolah-sekolah untuk mengedukasi bagaimana menyeimbangkan game dengan pendidikan.

