
Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Sangatta – Plt. Kepala inspektorat wilayah (Itwil) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Jasrin meminta kepada panitia Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo tahun 2021 (AOE 2021) Kutim untuk memperjelas dalam pelaporan anggaran baik dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) maupun stakeholder.
Jasrin juga menjelaskan, fungsi asosiasi dalam kegiatan tersebut untuk mengawasi pengelolaan penggunaan anggaran baik dari APBD maupun stakeholder. Stakeholder yang dimaksud ialah anggaran yang berasal dari perusahaan di wilayah Kutim.
“Hal itu bertujuan untuk menepis isu yang tidak diinginkan seperti pendapatan atau penyalahgunaan pembiayaan,” ungkap Jasrin saat mengisi acara rapat pembentukan panitia pameran AOE 2021 di Ruang Kapur, Kantor Bupati, Kawasan Bukit Pelangi, Sangatta, Rabu (9/6/2021)
Selain itu ia mengimbau kepada panitia khususnya bagian anggaran atau pendanaan untuk mencatat pemasukan dari stakeholder secara rinci.
Selain itu ia meminta antara dinas supaya bekerja sama untuk menyukseskan kegiatan AOE 2021.
“Kita ketahui bersama agenda AOE 2021 ini tidak masuk dalam APBD tahun 2021, untuk itu jangan sampai membebankan pada satu instansi saja, melainkan gotong royong antar instansi yang bergabung di dalamnya,” pungkas Jasrin.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadikan suatu stimulus bagi investor yang akan mengikuti AOE 2021 ini. Untuk itu, masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) diharapkan menampilkan potensi yang menarik sesuai bidangnya.

