Reporter : Angel – Editor : Redaksi
Insitekaltim, Bontang – Beredar isu Kota Taman akan mengalami puncak kekosongan guru pada tahun 2021 hingga 2022. Pasalnya, dalam rentang waktu itu akan ada banyak guru di Bontang yang memasuki masa pensiunan.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Ketenagaan dan Kebudayaan, Disdikbud Kota Bontang Eka Dedy Anshariddin membenarkan hal tersebut.
Ia membeberkan, bahwa susunan guru dalam setiap Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pasti ada, namun yang cukup disayangkan untuk tahun ini CPNS ditiadakan.
Dari hasil rapat secara virtual bersama Kementerian PANRB dan Kementerian Kumham beberapa waktu lalu, perekrutan guru baru akan tetap dilakukan.
“Alhamdulillah nantinya akan ada perekrutan, tetapi bukan dalam bentuk pengadaan CPNS tapi, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Tapi belum diketahui kapan waktunya,” kata Eka saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/10/2020).
Sementara itu, karena keadaan mendesak maka pihak Disdikbud Bontang, berencana akan segera mengangkat tenaga honor untuk ditempatkan di sekolah.
Menurut Eka untuk sistem pemberian upah nantinya akan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Tetapi, tidak semuanya bisa tercover karena menyesuaikan dengan anggaran juga. Misalnya satu sekolah membutuhkan tiga guru, namun dana yang ada hanya cukup untuk membiayai dua orang,” jelasnya.
Dikatakan Eka bahwa Disdikbud Bontang akan berinisiatif melakukan pergeseran kepada sekolah yang memiliki jumlah guru berlebih. Nantinya, dibagi untuk bisa mengajar di sekolah lain guna menutupi kekosongan guru di sekolah lainnya.
“Tetapi hingga saat ini dari pendataan tidak ada sekolah yang kelebihan guru. Kemungkinan ada guru yang akan kami tambah jam mengajarnya nanti untuk menutupi kekurangan guru,” ucapnya.
Eka menambahkan bahwa pada tahun 2021 mendatang jumlah guru yang diperkirakan puluhan guru dan pejabat struktural sekolah yang memasuki masa pensiun.
“Setiap bulan pasti ada guru yang masuk masa pensiun. Namun untuk tahun depan memang bisa dikatakan banyak. Kami masih melakukan pendataan. Diperkirakan yang akan pensiun tahun depan itu sekira 50 orang paling sedikit, tetapi bukan guru murni, tapi termasuk beberapa pejabat struktural sekolah,” terangnya.
Sedangkan untuk pensiun di tahun 2022 masih belum dilakukan pendataan.

