Artikel ini telah dilihat : 264 kali.
oleh

Tegakkan Perwali Denda Masker, Satpol PP akan Lakukan Razia Rutin

Reporter : Samuel – Editor : Redaksi

Insitekaltim, Samarinda – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Samarinda akan menjadi garda terdepan dalam menegakkan Perwali yang mengatur mengenai sanksi sosial dan denda bagi warga yang tidak menggunakan masker area publik.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Samarinda Muhammad Darham menjelaskan bahwa dalam teknis pelaksanaannya, Satpol PP akan melakukan razia untuk menegakkan Perwali Nomor 38 Tahun 2020 tersebut.

Eksekusinya, sweeping akan menggunakan cara-cara persuasif terlebih dahulu. Seperti teguran, kemudian pendataan.

“Kalau sudah dua kali baru kita kenakan dendanya,” sebut Darham Senin (10/8/2020).

Terkait besaran denda dari Rp100 ribu sampai Rp250 ribu, lanjut Darham, penetapannya tergantung kepada berapa kali orang tersebut terkena sweeping. Jika sudah terkena dua sampai tiga kali, maka ia menyebut bahwa denda yang akan dikenakan pasti akan lebih mahal.

“Tergantung datanya,” ucap Darham.

Ia menjelaskan bahwa lokasi-lokasi sweeping akan menyentuh pusat keramaian. Namun tidak menyentuh tempat ibadah.

“Yang jelas (titiknya) daerah pasar tradisional dulu yang kita lakukan sweeping. Kalau tempat-tempat ibadah tidak mungkin kita jaga dan batasi,” tegasnya.

Pihaknya juga mengimbau para pelaku usaha untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, ia menjelaskan bahwa pemilik toko atau usaha bisa dikenakan denda jika pelaku usaha tidak menetapkan batasan jumlah pelanggan.

“Buat tempat nongkrong, jangan sampai 20 orang yang berkumpul. Jika di atas 20, yah kita tegur. Data lagi, nanti dikenakan sanksi ke pemilik. Dia yang terdata beserta customernya,” jelas Darham.

Soal tempat hiburan malam (THM), Satpol-PP akan terus mengimbau. Namun ia mengakui bahwa pihak-pihak THM selalu aktif memberikan laporan.

“Ada security yang mengawasi, security yang kita beri teguran (jika protap kesehatan tidak digunakan). Tapi tidak mungkin pengunjung tidak memakai masker, di situ kan isinya orang-orang mampu, berduit semua,” sebut Darham.

Adapun untuk penegakan perwali ini, Ia menyebutkan bahwa sudah ada sosialisasi terkait isi dari perwali serta sanksi-sanksi masker dan protokol kesehatan yang dianjurkan dari kepolisian dan TNI. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan beberapa pihak dalam penegakan Perwali tersebut.

“Satpol PP Samarinda juga akan didampingi sama Satpol Kecamatan dan Kelurahan yang ikut bergerak,” pungkas Darham

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed